Subsidi Smartphone dan Paket Data untuk Lansia di Singapura


Berita Lansia - Dalam kondisi pandemi COVID-19 dan setiap orang terutama lansia diminta untuk tinggal di rumah selama mungkin, memiliki akses ke internet menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

2020-07-06 14:10:13

Geriatri.id—Pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi Singapura mengumumkan rencana subsidi pembelian smartphone dan paket data untuk membantu lansia dan kelompok berpenghasilan rendah dalam mengadopsi teknologi digital.

Dilansir channelnewsasia, kebijakan ini sedang dilakukan sebagai bagian dari program Seniors Go Digital yang diluncurkan oleh Infocomm Media Development Authority Singapura (IMDA).

Program Seniors Go Digital diluncurkan pada Mei lalu dengan tujuan meningkatkan keterampilan digital 100.000 senior pada akhir tahun ini.

Dalam kondisi pandemi COVID-19 dan setiap orang diminta untuk tinggal di rumah selama mungkin, memiliki akses ke internet menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

IMDA ingin memastikan sebanyak mungkin orang memiliki akses ke internet.

Kurangnya kontak dengan anggota keluarga lainnya adalah salah satu hasil dari periode pembatasan sosial virus corona di Singapura, selama pandemi Covid-19.

Dalam program subsidi ini, lima enyedia layanan telekomunikasi Singtel, M1, StarHub, Circles.Life dan TPG akan meluncurkan ponsel ramah lansia. Tersedia berbagai paket harga dan penawaran layanan dari operator ini.

"Paket khusus ini, tersedia untuk semua manula, menawarkan bundel data yang lebih besar dengan biaya lebih rendah, untuk memberikan manula kepercayaan diri untuk menikmati manfaat yang diberikan layanan digital,” demikian rilis dikutip dari channelnewsasia.

Mereka yang memenuhi syarat dapat memilih untuk membeli smartphone dengan paket data S $ 20 dan S $ 5 bulanan (sekitar Rp 50 ribu) yang menawarkan setidaknya 5GB data.

Paket data juga akan mencakup layanan bernilai tambah gratis seperti tampilan nomor pemanggil dan perlindungan keamanan siber. Tidak akan ada biaya data berlebih untuk memberikan manula "ketenangan pikiran yang lebih besar", kata siaran pers.

Lansia juga dapat melakukannya setelah menghadiri kelas di bawah program Seniors Go Digital untuk memperoleh setidaknya satu keterampilan digital dasar.

Menteri Komunikasi dan Informasi S Iswaran mengatakan inisiatif ini akan membantu mengatasi kekhawatiran tentang biaya di kalangan lansia.

Program Seniors Go Digital telah merekrut duta digital untuk menjangkau lansia mengadopsi alat digital.


Sukarelawan ini akan membantu manula mengambil keterampilan digital yang relevan seperti menggunakan perangkat digital, berkomunikasi online dan mempraktikkan kebersihan cybersecurity yang baik.

Iswaran menambahkan  bahwa banyak perusahaan, komunitas dan sukarelawan individu bermitra dengan Pemerintah dalam upaya digitalisasinya.

"Gerakan nasional untuk mempercepat digitalisasi Singapura memperoleh momentum yang kuat," kata Iswaran.***(ymr)

*Foto Pixabay

lansia,geriatri,covid19,virus corona,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia singapura

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026