Mengontrol Tekanan Darah Lansia di Rumah, Bagaimana Caranya?


Berita Lansia - Mengontrol tekanan darah secara rutin bagi lansia

2020-07-02 14:43:00

Geriatri.id - Mengontrol tekanan darah secara rutin bagi lansia, sangat penting untuk menjaga tekanan darah agar tidak mengalami hipertensi.

Melakukan kontrol tekanan darah bisa juga lho dilakukan di rumah. Bagaimana caranya? 

Berikut adalah tips mengontrol tekanan darah di rumah dari dr. dr. Roza Mulyana, SpPD, K-Ger, FINASIM, pada acara Kelas Lansia Online, bertajuk 'Lansia, Hipertensi dan Solusinya', yang diselenggarakan oleh Geriatri.id, bekerjasama dengan Pergemi, Selasa (30/6).

1. Mengontrol tekanan darah di rumah bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang mudah cara pengoperasiannya dan banyak dijual di pasaran yaitu tensi meter digital.

Membaca data di tensi meter digital cukup mudah.

Jika hasil pengukuran menunjukkan angka 120/80 (biasanya ditunjukkan dengan dua kolom terpisah dengan angka 120 di atas dan angka 80 di bawah), maka artinya tekanan darah sistolik berada di angka 120 mmHg dan tekanan darah diastolik 80.

2. Waktu yang baik untuk mengukur tekanan darah di rumah adalah 1 jam setelah bangun tidur. Namun prinsipnya, waktu dilakukan pengukuran sebaiknya sama setiap harinya, jika biasa dilakukan pada pagi hari maka seterusnya dilakukan di pagi hari juga.

3. Saat mengukur tekanan darah, kondisi tubuh harus dalam keadaan rileks, kemudian tangan diletakkan pada lengan kursi, posisi tubuh bersandar dan manset pengikat diikatkan pada lengan (bisa lengan kiri atau kanan) setinggi jantung.


Saat mengukur tekanan darah bisa juga dilakukan dalam posisi berbaring meski sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk. Kuncinya adalah harus rileks.

4. Jika sehabis olahraga, dan ingin mengukur tekanan darah, maka harus istirahat dulu, karena sehabis olahraga tekanan darah akan tinggi karena jantung bekerja memompa darah, karena itu harus istirahat dulu setelah nafas tenang, kondisi tubuh rileks baru pengukuran bisa dilakukan.

Pengecualian jika pengukuran memang dilakukan untuk mengetahui tensi darah saat olahraga.

5. Sebaiknya hasil pengukuran tekanan darah setiap harinya, dicatat dalam sebuah buku catatan untuk nantinya bisa dijadikan bahan untuk konsultasi dengan dokter. 

6. Pencatatan penting untuk melihat pola tekanan darah harian.

Jika misalnya lansia mengkonsumsi obat pengontrol tekanan darah, dari hasil cek rutin yang tercatat akan kelihatan apakah dosisnya sudah cukup atau perlu ditingkatkan.*** (mag)

Ilustrasi mengukur tekanan darah.(Pixabay)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,hipertensi,tekanan darah,dr roza,berita lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026