
GERIATRI.CO.ID - Menyajikan rimpang (seperti jahe, kunyit, temulawak, atau kencur) untuk orang dewasa dan lanjut usia (lansia) membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda. Lansia umumnya memiliki pencernaan yang lebih sensitif, fungsi ginjal/hati yang menurun, atau konsumsi obat-obatan rutin.
Berikut adalah panduan praktis dan aman untuk menyajikannya:
1. Dosis dan Penyajian untuk Orang Dewasa
Orang dewasa memiliki toleransi pencernaan dan metabolisme yang lebih kuat, sehingga rimpang bisa disajikan dalam konsentrasi yang relatif lebih pekat.
- Bentuk Olahan: Rebusan pekat, seduhan segar, atau campuran smoothie.
- Porsi Harian:
- Cara Memasak Terbaik:
2. Dosis dan Penyajian Khusus Lansia
Untuk lansia, kunci utamanya adalah ringan, tidak terlalu pekat, dan mudah dicerna.
- Bentuk Olahan: Seduhan hangat yang encer (seperti teh rimpang) atau dicampurkan ke dalam makanan berkuah (sup, soto).
- Porsi Harian: Gunakan setengah dari dosis dewasa (sekitar 5 gram rimpang segar atau ½ sendok teh bubuk).
- Cara Penyajian yang Aman:
3. Kombinasi yang Dianjurkan
Catatan Penting & Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Interaksi Obat: Jika lansia sedang mengonsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin atau aspirin) atau obat diabetes/tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Rimpang seperti jahe dan kunyit dosis tinggi memiliki efek alami merenggangkan pembekuan darah.
- Masalah Lambung: Jika memiliki riwayat maag atau GERD, sajikan rimpang setelah makan, bukan saat perut kosong
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri