
GERIATRI.CO.ID - Seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia, dunia menghadapi tantangan baru: siapa yang akan merawat mereka? Di banyak negara, kebutuhan akan pendamping atau caregiver meningkat jauh lebih cepat dibandingkan ketersediaan tenaga perawat maupun anggota keluarga yang dapat memberikan perawatan.
Fenomena ini kini dikenal sebagai krisis caregiver, yaitu kondisi ketika jumlah orang yang membutuhkan perawatan terus bertambah, sementara jumlah tenaga maupun keluarga yang mampu memberikan pendampingan semakin terbatas.
Bertambahnya usia harapan hidup membuat semakin banyak orang hidup hingga usia 80 tahun ke atas. Pada usia tersebut, risiko mengalami penyakit kronis, demensia, atau keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari juga meningkat.
Di sisi lain, ukuran keluarga di banyak negara semakin kecil dan semakin banyak anggota keluarga yang bekerja penuh waktu. Akibatnya, semakin sedikit orang yang dapat mendampingi orang tua mereka di rumah.
Selain itu, banyak negara juga mengalami kekurangan tenaga profesional di bidang perawatan lansia. Pekerjaan sebagai caregiver sering kali memiliki beban kerja tinggi, sementara jumlah tenaga yang tersedia belum mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Ketika layanan perawatan tidak tersedia atau sulit dijangkau, keluarga menjadi pihak yang paling sering mengambil peran sebagai caregiver.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak caregiver harus membagi waktu antara pekerjaan, mengurus keluarga, dan merawat orang tua. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, bahkan berdampak pada kondisi keuangan karena sebagian harus mengurangi jam kerja atau berhenti bekerja untuk mendampingi anggota keluarganya.
Indonesia juga sedang menuju masyarakat menua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia terus meningkat setiap tahun. Artinya, kebutuhan terhadap perawatan jangka panjang (long-term care) diperkirakan akan semakin besar.
Saat ini, sebagian besar perawatan lansia di Indonesia masih dilakukan oleh keluarga. Karena itu, para ahli menilai penting untuk memperkuat dukungan bagi caregiver melalui edukasi, layanan home care, komunitas pendamping, serta pengembangan tenaga perawat geriatri agar beban keluarga tidak semakin berat di masa depan.
Krisis caregiver menunjukkan bahwa merawat lansia bukan hanya urusan keluarga. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun sistem perawatan yang mampu menjawab kebutuhan penduduk yang semakin menua.
Dengan persiapan yang tepat, Indonesia memiliki peluang untuk membangun sistem perawatan lansia yang lebih siap menghadapi masa depan. Sebab, ketika jumlah lansia terus bertambah, pertanyaan yang perlu dijawab bukan lagi "berapa banyak lansia yang akan ada?", melainkan "siapa yang akan mendampingi mereka?" (lia)
======
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri