Protein Memang Penting Bagi Lansia, Tetapi Perhatikan Ini


Berita Lansia - Bagi lansia, protein memang penting, terutama untuk menjaga massa otot.

2020-06-26 15:01:02

Geriatri.id - Bagi lansia, protein memang penting, terutama untuk menjaga massa otot. Tetapi pada beberapa makanan tertentu, kandungan protein juga dibarengi kandungan zat gizi lain yang pada kadar tertentu bisa juga memberikan pengaruh negatif bagi lansia.

Misalnya makanan berprotein yang mengandung kolesterol tinggi.

"Makanan seperti sea food, memang tidak terlalu tepat untuk lansia, karena kandungan kolestrol dan lemaknya tinggi," ujar dr Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati, Sp.PD, K-Ger, dalam acara 'Kelas Lansia Online' bertajuk "Memilih Sumber Protein untuk Lansia", Selasa (23/6).

Kepiting misalnya, per 100 gramnya, memang mengandung 36% protein (18 gram), namun juga mengandung kolesterol tinggi yaitu sebesar 32% (97mg).

Kemudian cumi-cumi yang memiliki kadar protein sebesar 64% (32 gram) per 100 gram, namun juga memiliki kandungan kolesterol tinggi yaitu sebesar kolesterol sebesar 74% (224 mg).

Berikutnya udang yang per 100 gramnya memiliki kandungan protein sebanyak 48% (24 gram), namun mengandung kolesterol sebanyak 63% (189 mg). 

Untuk protein hewani seafood, lansia lebih disarankan mengkonsumsi ikan-ikanan yang mengandung 20 sampai dengan 35 gram protein per 100 gramnya.

Salah satunya adalah ikan tuna yang memiliki kandungan 29 gram protein per 100 gram saji.

Selain protein tinggi tuna juga mengandung asam lemak omega 3, vitamin A dan D, kolin, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, serta zinc.


Terkait penyajian, dr. Wiwit mengatakan, protein meski disarankan dimasak tidak terlalu matang, namun bagi lansia disarankan dimasak secara matang.

Pengolahan bisa dengan cara digoreng, meski harus hati-hati karena bisa meningkatkan kandungan lemak dan kolesterol.

"Lansia membutuhkan lemak, tetapi kalau terlalu banyak bisa menyebabkan obesitas, terlebih jika ada penyakit lain seperti diabetes, dan lain-lain, harus lebih diperhatikan lagi lemak dalam tubuh, saran saya lebih baik direbus atau di tim karena mengurangi lemak," ujar dr. Wiwit.*** (mag)

Ilustrasi - Seafood.(pixabay)

lansia,merawat lansia,lansia sehat,geriatri,protein,kolesterol,dr wiwit agung,berita lansia ,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Jangan Diabaikan, Ini 7 Tanda Lansia Kekurangan Protein

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026