Mengenal Asam Amino Esensial


Berita Lansia - Berikut adalah jenis-jenis asam amino esensial

2020-06-24 02:46:04

Geriatri.id -  Asam amino esensial adalah zat penting yang diperlukan tubuh untuk membentuk protein yang bersama protein berperan penting membangun tubuh. 

"Asupan asam amino esensial sendiri tidak diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan," kata dr Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati, Sp.PD, K-Ger, dalam acara 'Kelas Lansia Online' bertajuk "Memilih Sumber Protein untuk Lansia", yang diselenggarakan Geriatri.id dan Pergemi, Selasa (23/6).

Berikut adalah jenis-jenis asam amino esensial dan sumber makanan penghasilnya:

Isoleusin

Asam amino ini berperan dalam penyembuhan luka, meningkatkan daya tahan tubuh, mengatur kadar gula darah, memproduksi hormon, dan membantu mengatir kadar energi tubuh.

Isoleusin banyak terdapat di putih telur, domba, kalkun, kepiting, ayam, tuna, ikan kod, dan kedelai.

Lisin

Berfungsi membantu pembentukan otot, menguatkan tulang, dan penyembuhan dari cedera.

Lisin banyak terdapat terdapat di dada ayam dan daging kalkun, ikan tuna, selada air, dan rumput laut. Daun peterseli juga memiliki kandungan lisin yang tinggi.

Leusin

Berperan mengatur kadar gula darah, serta pertumbuhan dan perbaikan otot maupun tulang.

Banyak terdapat pada rumput laut, tuna, kedelai, putih telur, dan ayam.

Valin

Asam amino esensial ini penting untuk membantu fokus dalam berpikir, dan berperan penting dalam koordinasi otot dan emosi.

Banyak terdapat pada telur, rumput laut, selada air, kalkun, dan bayam.

Treonin

Penting untuk kulit dan gigi yang sehat, membantu menjalankan metabolisme lemak dalam tubuh, berguna mengatasi gangguan pencernaan, depresi ringan dan gangguan kecemasan.

Banyak terdapat pada bayam, selada air mentah. ikan nila, putih telur, kalkun, dan kedelai.


Histidin

Berfungsi untuk pertumbuhan, pembentukan sel darah, dan perbaikan jaringan serta pelindung sel saraf.

Banyak terdapat pada ikan tuna, kod, daging ayam, kalkun, dan kacang merah merupakan makanan yang mengandung histidin. 

Fenilalanin

Berfungsi membantu tubuh untuk menggunakan asam amino lain, protein, serta enzim agar berfungsi dengan baik.

Banyak terdapat pada jenis daging. Seperti daging kalkun, domba, sapi, atau daging babi. Tepung wijen, tepung biji kapas, dan ikan salmon 

Triptofan

Sangat penting untuk pertumbuhan bayi dan pemicu produksi serotonin, yaitu komponen di saraf yang mengatur nafsu makan, tidur, suasana hati dan rasa nyeri, serta melatonin yang mengatir siklus tidur.

Banyak terdapat pada daging singa laut dan rusa, kedelai, bayam, rumput laut, putih telur, dan kalkun.

Metionin

Berperan menjaga kelenturan kulit serta rambut dan menjaga kuku tetap sehat.

Banyak terdapat pada putih telur, ayam, kalkun, kepiting, lobster dan tuna.***(mag)
 

ilustrasi: makanan sumber protein (wikipedia)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,asam amino,protein,dr wiwit agung,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026