Vaksin Penting bagi Lansia di Tengah Covid-19


Berita Lansia - Pada lansia, vaksin dapat mengurangi risiko angka sakit dan kematian, terutama pada mereka yang memiliki penyakit lainnya seperti kencing manis, darah tinggi, dan penyakit jantung.

2020-06-22 08:58:17

Geriatri.id—Pandemi COVID-19 yang memasuki era new normal tetap harus diiringi dengan kewaspadaan, seperti menjaga kesehatan, jaga jarak, dan vaksinasi. Pada lansia, vaksin dapat mengurangi risiko angka sakit dan kematian, terutama pada mereka yang memiliki penyakit lainnya seperti kencing manis, darah tinggi, dan penyakit jantung.

”Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berolah raga, dan menjaga jarak, vaksinasi merupakan cara paling akurat dan jitu untuk melawan penyakit,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri I Gede Putu Suka Aryana dalam diskusi daring bertajuk ”Kekebalan Tubuh Lansia dan Vaksin Influenza”, Sabtu, 13 Juni 2020 lalu. 

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Bali ini mengatakan, tindakan pen­cegahan melalui vaksinasi lebih baik daripada mengobati, terutama di era pandemi seperti saat ini.

Lansia atau orang berusia di atas 60 tahun merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap penularan penyakit ­infeksi. Pada era pandemi seperti saat ini, kondisi tubuh lansia sebagai kelompok yang lebih rentan tentu harus mendapatkan perhatian lebih.

Hal senada diungkapkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri I Nyoman Astika. Ia  mengatakan vaksinasi merupakan salah satu upaya kesehatan yang efektif untuk mencegah infeksi dan komplikasi virus. 

Nyoman menyebutkan, setidaknya ada tiga vaksinasi yang sebaiknya didapatkan oleh lansia. Ketiga vaksin itu adalah vaksin influenza, vaksin pneumo­coccal, dan vaksin herpes zoster. 

Berikut ini tiga vaksin penting untuk para lansia.

1. Vaksin Influenza

Penyakit influenza kerap dianggap ringan. Padahal, influenza adalah penyakit yang mudah ­menular dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, hingga menyebabkan kematian pada kelompok berisiko tinggi, yaitu anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit kronis.

Penyakit influenza kerap menyerang orang yang kekebalannya tubuhnya rendah, baik karena faktor usia atau faktor penyakit lain yang diderita. Orang berumur diatas 85 tahun berisiko 32 kali lebih besar meninggal akibat pneumonia yang berkaitan dengan influenza dibandingkan mereka yang berumur 65-69 tahun.

Vaksin influenza efektif memberikan perlindungan hingga 90% bagi orang yang menerima vaksin dalam kondisi sehat, berusia kurang dari 65 tahun, dan menerima vaksin dengan galur (strain) yang sama dengan galur virus influenza yang beredar. Sedangkan pada orang berusia di atas 65 tahun, efikasi dari vaksin ini diperkirakan sekitar 17-53%.  

Vaksin influenza membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu dalam proses pembentukan antibodi setelah vaksinasi dilakukan.

Vaksin influenza pada usia lanjut telah terbukti dapat mengurangi risiko angka sakit dan kematian, terutama pada mereka yang memiliki penyakit kencing manis, darah tinggi, dan penyakit jantung. Suatu penelitian di Kanada juga menunjukkan, bahwa pemberian vaksin influenza pada usia lanjut dapat mengurangi angka kesakitan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Vaksin Influenza mudah didapat dan terjangkau, dengan pemberian cukup sekali setiap tahun. Vaksin ini tersedia di berbagai pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik.

2. Vaksin Pneumococcal

Infeksi pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia atau pneumokokus berkisar 25-35% dari keseluruhan pneumonia bakterial yang membutuhkan perawatan rumah sakit. Sekitar 90% kematian akibat penyakit ini ditemukan pada usia lanjut.

Mortalitas pneumonia pneumokokus berkisar 6,4% sampai  lebih dari 40%. Penyakit akibat bakteri pneumokokus ini dapat menyebabkan ketulian, kerusakan otak, kehilangan anggota tubuh, bahkan kematian.

Vaksin ini bermanfaat mencegah pneumonia (infeksi paru-paru), meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang), dan sepsis (infeksi darah). Vaksin pneumococcal direkomendasikan untuk semua orang yang berusia lebih dari 65 tahun yang diberikan dalam dua tahapan, yaitu vaksin PCV13 terlebih dahulu sebelum PPSV23 dengan jarak interval minimal 1 tahun.

3. Vaksin Herpes Zoster 

Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi dari virus varicella zoster (VZV) yang menyebabkan cacar air. Sebagaimana diketahui, adanya imunosenescence menjadikan para lansia rentan terhadap reaktivasi dari virus VZV sehingga ditemukan peningkatan insiden herpes zoster sejalan dengan peningkatan usia.

Komplikasi yang paling umum terhadap penyakit ini adalah neuralgia postherpetik, yang ditandai dengan nyeri kronis selama berbulan-bulan setelah herpes zoster akut.

Vaksinasi herpes zoster membangkitkan imunitas selular spesifik yang sudah menurun sehingga mencegah reaktivasi VZV. Berbagai studi menunjukkan vaksinasi herpes zoster menurunkan insiden neuralgia pasca herpes dan herpes zoster. Studi menunjukkan bahwa vaksin herpes zoster aman diberikan bagi usia lanjut dengan riwayat terkena herpes zoster sebelumnya. (ymr)

*Foto pixabay

lansia,geriatri,vaksin,covid19,virus corona,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Persentase Lansia di Indonesia Menanjak, Yogyakarta Tertinggi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026