Banyak Lansia Belanja Online Sejak Pandemi COVID-19


Berita Lansia - Terdapat kenaikan yang cukup signifikan untuk lansia yang belanja online.

2020-06-13 10:56:08

Geriatri.id—Pandemi COVID-19 ini memunculkan berbagai kebiasaan baru seperti berbelanja. Dengan pertimbangan menghindari kontak fisik, banyak yang belanja berbagai kebutuhan pokok melalui internet, termasuk oma dan opa.

Platform belanja daring asal China, JD.com membagikan tren belanja dan konsumen selama pandemi virus corona yang menunjukkan adanya penambahan jumlah pengguna yang berusia lanjut di wilayah China.

"Terdapat kenaikan yang cukup signifikan untuk lansia yang belanja online," kata analis senior JD Big Data Research Institute, Lu Fei, dalam jumpa pers virtual, Jumat (12/6/2020), seperti dikutip dari Antara

Para lansia di China beralih ke belanja online lantaran masyarakat harus tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi penyebaran virus corona. 

Data JD menunjukkan ada kenaikan 54 persen untuk pengguna perempuan yang berumur lebih dari 54 tahun.

Sementara untuk pengguna perempuan berusia 46 sampai 55 tahun, pertumbuhannya 38 persen. 

Aktivitas belanja online mereka juga naik lebih dari 50 persen dari yang sebelumnya kebanyakan berbelanja langsung ke toko. 

Tren belanja online di kalangan anak muda, kelompok usia di bawah 25 tahun, juga bergeser, dari yang sebelumnya membeli kebutuhan pribadi seperti ponsel dan game, menjadi kebutuhan pokok sehari-hari seperti telur, daging, sayuran, dan buah.

JD.com mencatat belanja produk kesehatan, seperti masker, naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Begitu juga dengan makanan segar, komputer, atau peralatan kantor.

Kenaikan belanja daring itu juga terjadi di Indonesia. 

Perusahaan yang bergerak di bidang data dan artificial intelligence (AI), ADA Indonesia menyebutkan penggunaan aplikasi belanja dan produktivitas sepanjang bulan Maret 2020.

Managing Director ADA Indonesia, Kirill Mankovski, dalam keterangan resminya mengatakan kedua jenis aplikasi ini paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan menengah dan atas.

“Kami melihat, masyarakat Indonesia cepat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan berusaha untuk tetap produktif,” kata Kirill.***(ymr)

*Foto iilustrasi Pixabay

lansia,geriatri,covid19,virus corona,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cegah Demensia dengan Konsumsi Kacang-kacangan

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026