Successful Aging: Berpikir dan Bersikap Positif di Tiap Tahap Perkembangan Jiwa


Berita Lansia - Agar mencapai successful aging, kehidupan harus ditata dengan baik

2020-06-12 22:31:56

Geriatri.id - Secara psikologis, masa tua atau lanjut usia (lansia) merupakan fase terakhir dari tahapan perkembangan.

Karena itu, tahapan-tahapan perkembangan sebelumnya, dalam kehidupan seorang lansia akan sangat menentukan sukses tidaknya lansia menghadapi hari tuanya.

"Agar mencapai successful aging, kehidupan harus ditata dengan baik mulai dari usia 5 tahun, 10 tahun dan seterusnya," kata psikolog klinis Dr. Rena Latifa, M. Si., kepada Geriatri.id

Rena menjelaskan, successful aging bukan berarti di masa tuanya, seorang lansia tidak punya masalah sama sekali.

"Tetapi lebih ke bagaimana dia bisa coping --kemampuan mengatasi hambatan--secara positif terhadap berbagai masalah yang terjadi di setiap tahapan perkembangannya," ujar Rena.

Dia menjelaskan, ada dua faktor yang menentukan mampu tidaknya seseorang coping dengan berbagai masalah pada setiap tahap perkembangan psikologisnya.

Pertama, faktor genetik. Rena menjelaskan, setiap individu, memiliki rekaman genetik apakah akan menjadi survivor atau tidak dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup. 

"Ada orang yang sangat mudah untuk adjust (dengan masalah), ada juga orang yang susah. Diduga ada faktor genetik yang sangat kuat. Perlu dilihat lagi apakah otak bisa distimulasi untuk membantu coping," ujarnya. 

Kedua adalah pola asuh. Rena menjelaskan, lansia ada juga yang sebelumnya saat muda mendapatkan pola asuh yang buruk, semisal, dulunya diabaikan atau dimanjakan.

Pola asuh ini sangat mempengaruhi kemampuannya untuk beradaptasi dalam memecahkan masalah. 


"Kalau tidak berhasil di fase anak-anak, tidak punya skill memecahkan masalah, sampai remaja, lalu orang tuanya meninggal saat dewasa, karena terbiasa dimanjakan, di situlah titik dia bisa mengalami gangguan psikologis yang berat. Itu akan meruntut pada tahapan perkembangan selanjutnya," kata Ketua Program Studi Psikologi (S1) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.
 
Karena itu tak heran jika ada lansia yang bersikap seperti remaja atau anak-anak, bergantung fase psikologisnya dia, yang belum diselesaikan.

"Misal ada fiksasi masa lalu, ada yang jadi puber kedua, jadi nenek-nenek lincah. Kalau dia jadi anak kecil, sangat manja, nggak mau ngapa-ngapain, sangat bergantung pada kebutuhan apa yang belum selesai di masa sebelumnya di masa sepanjang rentang kehidupannya," papar Rena.

Meski demikian, kata Rena, lansia dengan beragam persoalan tersebut tetap bisa memiliki harapan untuk mencapai successful aging.

Kuncinya adalah meyakini, bahwa kehidupan yang diberkahi adalah kehidupan yang di dalamnya banyak masalah yang dihadapi, namun kita mampu memecahkannya.

Perlu dipahami, successful aging juga sangat bergantung pada spiritualitas dan relijiusitas. Spiritualitas dan relijiusitas ini membantu lansia untuk memiliki harapan.

Berbeda dengan lansia yang tidak percaya dengan kehidupan setelah kematian, karena berusaha memuaskan dirinya di kehidupan sekarang. 

"Dia punya hope (harapan) makanya mempersiapkan diri sebaik-baiknya, mempersiapkan diri untuk hidup setelah mati yang lebih baik, dengan berbuat baik kepada banyak orang, banyak berbuat kebajikan," pungkasnya.***(mag)
 

Ilustrasi lansia mengenang masa lalu. (pikrepo)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,successful aging,rena latifa,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Mengapa Nafsu Makan Lansia Sering Menurun?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026