
GERIATRI.CO.ID - Ini situasi yang sering banget terjadi, apalagi pada lansia. Si pasien sering menolak minum obat, baik karena bosan, takut efek samping, maupun karena penurunan kognitif, misalnya mudah lupa atau curiga.
Kalau keadaannya begini kuncinya adalah jangan dilawan dengan paksaan, tapi dihadapi dengan strategi.
Cari tahu dulu kenapa menolak
Penolakan itu biasanya ada sebabnya:
Gunakan pendekatan komunikasi, bukan perintah
Hindari kalimat seperti:
Coba ubah jadi:
Nada bicara itu sangat menentukan. Lansia lebih responsif pada rasa dihargai, bukan dipaksa.
Siasati cara pemberian obat
Beberapa trik praktis:
Penting: tidak semua obat boleh dihancurkan—pastikan dulu ke tenaga medis.
Libatkan rasa percaya dan kebiasaan
Ini soal trust, bukan sekadar obat:
Jangan ragu konsultasi ulang
Kalau tetap menolak, biasanya obatnya memang bikin tidak nyaman. Dokter bisa ubah dosis, jenis, atau bentuk (sirup vs tablet). Jangan memaksakan obat yang justru membuat pasien trauma.
Hindari “perang” dengan pasien
Tanpa disadari, caregiver kadang terbawa emosi, atau tiba-tiba "membentak", atau diam-diam menyelipkan obat tanpa penjelasan
Ini berisiko karena (1) menurunkan kepercayaan, dan atau (2) membuat pasien makin menolak ke depan.
Prinsipnya, jadikan hubungan tetap nomor satu, bukan sekadar obat masuk.
Intinya, kalau pasien menolak obat, (1) jangan langsung dipaksa, (2) pahami alasannya, (3) gunakan pendekatan halus, atau (4) cari cara kreatif tapi tetap aman.
Karena dalam perawatan lansia, yang diminum bukan cuma obat—tapi juga rasa nyaman dan kepercayaan.
======
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri