Mengenali Penyakit Kronis pada Lansia: Diabetes Melitus


Berita Lansia - Diabetes melitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi yang berpotensi menyerang lansia.

2020-06-10 05:50:16

Geriatri.id - Diabetes melitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.

American Diabetes Association (ADA) memberikan gambaran diagnosis terkait diabetes. Berdasarkan diagnosis itu, seseorang dikatakan menderita diabetes jika: 

1. Gula Darah Sewaktu ≥ 200 mg/dl

- Dengan Keluhan klasik: sering lapar, sering haus, sering kencing, berat badan turun tanpa sebab

- Keluhan lain: lemas, kesemutan, mata kabur, disfungsi ereksi, kulit gatal2, luka sulit sembuh, atau

2. Gula Darah Puasa ≥ 126 mg/dl
 
- Puasa minimal 8 jam

- Dengan keluhan klasik/keluhan lain

3. TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral) ≥ 200 mg/dl

- Tes dengan prosedur khusus

- Misal: untuk ibu hamil, skrining prediabetes

4. HBA1C ≥ 6,5 

HBA1C pemeriksaan hemoglobin A1c atau hemoglobin terglikosilasi.

Dengan pemeriksan lab yang terstandarisasi, jika angka HBA1C mencapai ≥ 6,5, maka bisa dikategorikan menderita diabetes.

Semakin tinggi jumlah HbA1c berarti semakin banyak hemoglobin yang berikatan dengan glukosa, dan ini menandakan bahwa gula darah tinggi

Mengenali Komplikasi Diabetes


- Pada otak: hipertensi dan stroke, demensia/pikun
- Mata: spot hitam pada mata, katarak, glaukoma sampai kebutaan
- Mental: sulit tidur, bad mood, gugup dan depresi
- Gigi dan mulut: infeksi bakteri dan penyakit mulut dan gusi
- Jantung: 2,5 kali lebih tinggi berisiko terkena serangan jantung
- Kulit: kulit kering dan mudah luka
- Ginjal: gagal ginjal
- Saraf: Kesemutan, mati rasa, sakit saat berjalan, kerusakan saraf

Mencegah Komplikasi:

- Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter atau petugas kesehatan
- Jaga kadar gula darah (tes rutin kadar gula darah) dan check-up
- Makan sehat: memperbanyak konsumsi sayur dan buah kurangi lemak, gula,  dan makanan asin
- Beraktivitas fisik secara teratur
- Waspada infeksi kulit dan gangguan kulit
- Periksa mata secara teratur
- Waspada jika ada kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi, dan luka pada bagian bawah kaki

Diet Diabetes:

- Kalori: 25-30 kkal/kg/hari. (pagi 20%, siang 30%, sore 25%, selingan 10-15%). Protein: 10-15%, Lemak: 20-25%, Karbohidrat: 60-70%
- Hindari konsumsi gula murni terutama dalam makanan dan minuman, kecuali untuk bubu, gula alternatif jumlah terbatas
- Target berat badan ideal, atau penurunan 5-7% per tahun, 0,5-1 kg/bulan.
 
Target Gula Darah


- Pada lansia fit/sehat: gula darah puasa (GDP) 90-130 mg/dl, Gula Darah Sewaktu (GDS) 90-150 mg/dl, HBA1C < 7,5%

- Pada lansia pra renta/pre frail: GDP 90-150 mg/dl, GDS 100-180 mg/dl, HBA1C < 8%

- Pada lansia renta/frail: GDP 100-180 mg/dl, GDS 110-200 mg/dl, HBA1C <8,5%.

Sumber: dr. Anastasia Asylia Dinakrisma SpPD, dalam acara Kelas Lansia Online bertajuk "Bersama Keluarga Merawat Lansia Berpenyakit Kronis", yang diselenggarakan oleh Geriatri.id bekerjasama dengan Pergemi, Jumat (5/6).*** (mag)

foto: ilustrasi pemeriksaan gula darah (pixabay)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,geriatri,penyakit kronis lansia,dr anastasia,berita lansia,lansia bahagia,diabetes,lansia diabetes

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026