Mengenali Penyakit Kronis pada Lansia: Osteoartritis


Berita Lansia - Salah satu prinsip dalam merawat lansia dengan penyakit kronis di rumah, adalah mengenali penyakit yang diderita lansia.

2020-06-06 13:10:34

Geriatri.id - Salah satu prinsip dalam merawat lansia dengan penyakit kronis di rumah, adalah mengenali penyakit yang diderita lansia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RIskesdas) 2018 terdapat beberapa penyakit kronis yang umum diderita lansia di Indonesia.

"Paling banyak adalah penyakit sendi," kata dr. Anastasia Asylia Dinakrisma SpPD, dalam acara Kelas Lansia Online bertajuk 'Bersama Keluarga Merawat Lansia Berpenyakit Kronis', yang diselenggarakan oleh Geriatri.id bekerjasama dengan Pergemi, Jumat (5/6).

Prevalensi penyakit sendi berdasarkan Riskesdas 2018 adalah sebesar 37,5%. Ragam jenis penyakit sendi sendiri, cukup banyak. Ada osteoartritis, artritis gout (asam urat), reumatoid artritis, dan osteoporosis. Sekarang, mari kita kenali satu per satu penyakit sendi ini. Pertama adalah Osteoartritis.

Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif, menyerang tulang rawan sendi. Gejalanua dapat berupa nyeri, pembengkakan, kekakuan, sendi mengunci, terkadang terdapat cairan sendi. 
 
Target perawatan/pengobatan:
- kontrol nyeri
- fungsi optimal

Kompilasi:

- Paling bermakna adalah nyeri dan kelainan bentuk sendi
- Nyeri yang terus menerus dan yang muncul saat bergerak serta kelainan bentuk sendi (terutama lutut), sehingga tidak dapat bergerak leluasa, timbul kondisi tidak mampu bergerak (imobilisasi) sampai komplikasi imobilisasi.
- Nyeri yang terus menerus dan tidak teratasi bisa menyebabkan depresi. Cirinya: lansia tidak mau makan, menyendiri di kamar/rumah, sosialisasi berkurang, bila berat dapat menyebabkan keinginan bunuh diri.
- Kelainan bentuk sendi dan kestabilan sendi yang bisa mengakibatkan mudah jatuh dan menimbulkan komplikasi jatuh.

Tips mengurangi nyeri agar tetap aktif:

- Jika berat badan berlebih atau mengalami obesitas, kurangi berat badan hingga mencapai 5%.
- Melakukan olahraga dari jenis olahraga aerobik, pergangan otot (stretching), sepeda statis. Olahraga seperti ini juga penting untuk mengaktifkan kembali produksi pelumas sendi. Namun jika sudah nyeri sekali, segera konsultasikan ke dokter.
- Hindari olahraga yang bersifat menumpu pada berat badan seperti jogging, jalan kaki, dan lainnya.
- Jika menggunakan obat pereda nyeri, penggunaan obat anti nyeri dan suplemen lainnya harus dengan resep dokter baik dosis, waktu dan cara penggunaan (misalnya apakah diminum setelah makan dan sebagainya), serta perhatikan efek samping jangka panjang, seperti asam lambung dan sebagainya. (mag)
 

foto: ilustrasi persendian (piqsels)

lansia,lansia sehat,merawat lansia,penyakit kronis lansia,osteoartritis,penyakit sendi,dr anastasia,lansia bahagia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026