
Geriatri.id - Melihat berbagai stresor pada lansia, depresi juga dianggap sebagai suatu keniscayaan.
Namun depresi bukanlah sesuatu yang normal terjadi pada usia lanjut. Depresi bisa ditangani, dan lansia dapat menikmati masa tua dengan bahagia.
Meski depresi bukan bagian dari penuaan normal, kemungkinan lansia untuk mengalami depresi meningkat bila ada penyakit fisik atau disabilitas.
Sebagai contoh, 25% lansia yang pernah stroke mengalami depresi.
Angka depresi juga meningkat pada lansia yang menjalani perawatan di rumah sakit dan hal tersebut dapat memperpanjang lama rawat serta meningkatkan biaya pengobatan.
Gejala depresi pada lansia sering tidak dikenali karena tampak sebagai keluhan fisik dan baik lansia ataupun keluarga tidak mengenali gejala tersebut sebagai tanda awal terjadinya depresi.
Lansia yang depresi juga sering mengeluh lupa sehingga dianggap sebagai demensia, walapun keluhan lupa pada depresi biasanya akan membaik bila depresinya diatasi.
Lansia yang mengalami depresi merasa sedih yang berlangsung lama paling sedikit dua minggu.
Berita Lansia:
LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah
Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya
3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?
Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan
Selain gejala tersebut beberapa hal yang patut diwaspadai antara lain:
Setelah mengetahui tanda dan gejala gangguan jiwa pada lansia, berikut tips untuk keluarga dan caregiver lansia, seperti dikutip dari laman kemkes.go.id:
Foto : freepik.com
Video Lansia:
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri