Waspadai Gangguan Jiwa pada Lansia


Berita Lansia - Lansia berisiko mengalami gangguan jiwa. Apa saja gejalanya?

2020-05-28 20:17:37

Geriatri.id - Berdasarkan penelitian, sekitar 15 % orang berusia di atas 60 tahun mengalami gangguan jiwa. Gangguan jiwa yang kerap ditemukan pada kelompok usia ini adalah demensia dan depresi.

Selain gangguan tersebut, gangguan lain yang juga ditemui adalah gangguan cemas, obsesif kompulsif, fobia dan stres pasca trauma.

Seperti dikutip dari kemkes.go.id, diperkirakan saat ini 5-8 diantara 100 lansia mengalami demensia. Satu dari 10 lansia dalam sebuah komunitas mengalami depresi, angka ini meningkat pada lansia yang sedang mengalami perawatan hingga mencapai 1-5.

Salah satu masalah dalam deteksi dan penanganan gangguan jiwa pada lansia adalah, kerap kali lansia lebih mengeluhkan gejala fisik daripada gejala kejiawaannya.

Masalah fisik dan stres emosional yang lazim ditemui saat proses penuaan dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan jiwa seperti depresi dan cemas.

The Geriatric Mental Health Foundation mencatat sejumlah pemicu gangguan jiwa pada lansia:

  1. Keterbatasan fisik akibat stroke, jatuh, patah tulang
  2. Sakit kronik seperti jantung, diabetes, hipertensi atau kanker
  3. Konsumsi lebih dari 5 macam obat
  4. Pola makan buruk atau malnutrisi
  5. Perubahan lingkungan, seperti pindah rumah, dirawat di rumah sakit atau masuk ke panti jompo
  6. Penurunan aktivitas sosial dan status sosial ekonomi akibat pensiun
  7. Kehilangan atau kesakitan pada keluarga terdekat

 

Berikut 10 hal yang perlu diwaspadai sebagai tanda gangguan jiwa pada lansia 


  1. Perasaan sedih yang berlangsung lebih dari 2 minggu
  2. Penarikan diri, kehilangan minat terhadap hal yang dulu diminati
  3. Rasa lelah, hilang energi atau perubahan pola tidur yang tidak bisa dijelaskan
  4. Kebingungan, disorientasi, sulit konstentrasi atau masalah pengambilan keputusan
  5. Peningkatan atau penurunan nafsu makan, perubahan berat badan
  6. Gangguan daya ingat, terutama masalah daya ingat segera atau jangka pendek
  7. Merasa tak berdaya, rasa bersalah, ide bunuh diri
  8. Masalah fisik yang tidak dapat dijelaskan seperti nyeri, sulit buang air besar dll,
  9. Perubahan penampilan atau cara berpakaian atau kesulitan menjaga kebersihan diri dan rumah
  10. Masalah keuangan atau yang berkaitan dengan perhitungan.

Bila mendapati gejala-gejala tersebut, jangan ragu mencari bantuan ke dokter, puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat lainnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh meliputi penelusuran riwayat penyakit fisik dan mental.

Termasuk mengkaji obat-obatan yang dikonsumsi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan status mental, uji kognitif dan bila perlu melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi seperti CT-Scan atau MRI sebelum menegakan diagnosis seorang lansia mengalami gangguan jiwa. Bantuan keluarga dan kerabat terdekat dapat meringankan gangguan jiwa pada lansia dan penuaan sehat dapat diwujudkan.*** (hil)

Foto : pixabay.com

geriatri,lansia,jiwa,psikis,gangguanjiwa,merawat lansia,lansia sehat,berita lansia ,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026