Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban


Masakan bersantan memang menggugah selera, tetapi santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.

2026-05-22T13:48

Geriatri - Hari Raya Idul Adha identik dengan hidangan berbahan daging kurban yang lezat, seperti sate, gulai, rendang, hingga tongseng. Namun bagi kelompok lanjut usia (lansia), konsumsi daging berlebihan saat momen kurban perlu diperhatikan agar kadar kolesterol tetap terjaga dan tubuh tetap sehat.

Kolesterol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke. Maka dari itu, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menikmati hidangan kurban dengan lebih bijak dan sehat.

1. Pilih Bagian Daging yang Rendah Lemak

Tidak semua bagian daging memiliki kandungan lemak yang sama. Pilih bagian daging yang lebih sedikit lemak dan hindari bagian yang terlalu berlemak atau kulit.

Sebelum dimasak, pisahkan lemak yang terlihat agar kadar lemak jenuh dapat berkurang.

2. Batasi Konsumsi Jeroan

Jeroan seperti hati, paru, usus, dan limpa memang sering menjadi favorit saat Idul Adha. Namun makanan ini mengandung kolesterol cukup tinggi sehingga sebaiknya dibatasi, terutama bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung.

Mengonsumsi jeroan terlalu banyak dapat memicu kenaikan kolesterol secara cepat.

3. Perbanyak Sayur dan Buah

Saat menikmati hidangan daging, imbangi dengan sayur dan buah yang kaya serat. Serat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh dan membuat pencernaan lebih lancar.

Sayuran seperti bayam, wortel, brokoli, dan buah seperti apel, pepaya, serta jeruk dapat menjadi pilihan sehat bagi lansia.

4. Hindari Santan Berlebihan

Masakan bersantan memang menggugah selera, tetapi santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Sebaiknya kurangi konsumsi gulai atau opor dalam jumlah berlebihan.

Sebagai alternatif, daging bisa diolah dengan cara dipanggang, direbus, atau dibuat sup yang lebih ringan.

5. Perhatikan Porsi Makan

Hari Raya sering membuat seseorang makan lebih banyak dari biasanya. Lansia dianjurkan tetap menjaga porsi makan agar tubuh tidak bekerja terlalu berat.

Makan secukupnya dan hindari langsung tidur setelah makan besar.

6. Tetap Aktif Bergerak

Meski sedang menikmati suasana hari raya, tubuh tetap perlu bergerak aktif. Jalan kaki ringan setelah makan dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan membantu mengontrol kadar kolesterol.

Aktivitas ringan bersama keluarga juga bisa menjadi cara menyenangkan untuk tetap sehat saat Idul Adha.

7. Minum Air Putih yang Cukup

Air putih membantu tubuh menjaga keseimbangan metabolisme dan mendukung proses pencernaan makanan berlemak.
Kurangi minuman manis berlebihan dan perbanyak air putih selama hari raya.

Dengan memilih makanan lebih sehat dan mengatur porsi makan, hari raya tetap terasa nikmat sekaligus aman bagi kesehatan tubuh.
 

Hari Raya Idul Adha 2026,Hari Raya Idul Kurban 2026,Hari Raya Kurban,Lansia Bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

Kurma, Bekal Sehat Jamaah Haji yang Kaya Manfaat

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026