
Geriatri.id - Para ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menegaskan, masyarakat mesti bersiap untuk bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.
Pasalnya, para ilmuwan memperkirakan, vaksin belum akan tersedia setidaknya sampai dengan akhir 2021.
Kemudian, ketika vaksin tersedia, program imunisasi juga akan memerlukan waktu cukup lama, yaitu lebih kurang 2 tahun untuk seluruh populasi.
Sementara itu, pengaktifan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja harus dilakukan secepatnya dengan program dan mitigasi yang terkontrol dan terukur berbasis data.
LIPI menilai, kita harus menerima realita bahwa masyarakat harus hidup berdampingan dengan SARSCoV2 sampai vaksin ditemukan dan imunisasi massal dilakukan.
Untuk itu masyarakat harus bisa menjalani kehidupan "New Normal" atau "Normal Baru".
Berikut adalah rekomendasi LIPI untuk menjalani kehidupan "Normal Baru":
1. Pengaktifan aktifitas ekonomi masyarakat dengan tetap melakukan kontrol dan mitigasi yang terukur dengan fokus:
a. Skrining massal di simpul mobilitas publik (terminal, bandara) berbasis RDT (rapid diagnostic test).
b. Diagnosa masif berbasis uji PCR di lokasi kerumunan permanen yaitu, tenaga medis di RS, guru dan siswa di sekolah/kampus, karyawan kantor dan industri
2. Penanganan ODP/PDP dengan data akurat, masif dan terukur:
a. Orang positif dan keluarganya dikenakan masa isolasi dan karantina.
b. Untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) positif dan keluarganya ditetapkan menjadi penerima bansos.
c. Disinfektan menyeluruh di lokasi dengan kasus positif.
3. Pengetatan protokol COVID-19 untuk memastikan pelaksanaan, bila perlu dengan mekanisme semi represif dalam bentuk denda:
a. Wajib pemakaian masker di semua lokasi dan kondisi.
b. Wajib jaga jarak di semua aktifitas.
c. Jaga kebersihan, sterilisasi aneka benda yang dipertukarkan, dll.
d. Panduan dan protokol ringkas untuk semua jenis aktivitas.
4. Pengerahan seluruh infrastruktur dan SDM untuk meningkatkan kapasitas skrining dan diagnosa berbasis RDT dan PCR:
a. Pengadaan nasional untuk RDT dari sumber teruji, dengan pengujian di Indonesia, bila perlu dirakit di Indonesia (impor bahan) → 4-6 minggu.
b. Pengadaan nasional untuk tes kit uji PCR→3 minggu.
c. Rekrutmen dan pelatihan SDM (pelajar, mahasiswa bidang terkait, dll) untuk operator swab dan ekstraksi sampel di berbagai fasilitas BSL-2 → 4 minggu.
d. Rekrutmen SDM (dosen, peneliti terkait) untuk analisa hasil uji → 4 minggu.
e. Alat PCR yang ada di seluruh instansi dan kampus dikelola secara terpadu (tidak perlu dipindah), sehingga distribusi sampel dapat diatur dengan baik dan hasil cepat keluar (target maksimal 24 jam hasil keluar) → 2 minggu.
5. Pembentukan Tim Pakar untuk setiap sektor untuk evaluasi dan pemberian rekomendasi teknis lebih lanjut secara berkala:
a. Tim Pakar: praktisi dan ilmuwan di sektor terkait, ahli epidemiologi.
b. Rekomendasi berbasis data dan perkembangan sains terkini dari seluruh dunia.
c. Rekayasa teknologi dan sosial untuk mendukung implementasi.
6. Penguatan ketahanan dengan mempercepat riset terkait dengan konten lokal:
Pengembangan suplemen penguat imunitas tubuh dari bahan alam lokal →16 minggu.
Karateristik biologi virus SARS-CoV2, terhadap cuaca, material, dst.
Pembuatan bahan dan tes kit uji PCR lokal → 12-16 minggu (Tim LIPI).
Metode baru uji virus secara molekular tanpaRT-PCR sehingga lebih murah, dan mudah dilakukan di berbagai fasilitas → 12-16 minggu (Tim LIPI).
e. Pengembangan RDT lokal → 20 minggu (Tim LIPI).
f. Pengembangan berbagai alat sterilisasi barang berbasis disinfektan/UV-C/ozon nanomist, yang dapat diimplementasikan di berbagai sarana publik (RS, sekolah/ kampus, mal, dll) → 4 minggu untuk uji efektivitas.
g. Penciptaan model bisnis baru untuk UMKM melalui teknologi tepat guna berbasis riset, sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan daya tahan lebih lama.
Seperti, pengemasan makanan olahan lokal (kaleng, pouch, dll.), diversifikasi produk eksisting (food bar, mie non terigu, dll).***(mag)
Ilustrasi - New normal.(flickr)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri