Tanya Dokter: Lansia dengan Diabetes dan Olahraga saat Pandemi Covid-19


Berita Lansia - Bagaimana olahraga yang tepat saat pandemi Covid-19 bagi lansia dengan diabetes?

2020-05-18 14:41:22

Oleh: dr. Ika Fitriana, Sp.PD Staf Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Dok, saya berusia 60 tahun. Sejak tahun 2002 terdeteksi mengalami diabetes genetik. Saya rutin minum beberapa obat. Kadar gula terkontrol, sebelum bulan puasa sekitar 200, lalu setelah puasa turun menjadi 180. Oh ya Dok, saya sempat panik waktu bangun tidur tekanan darah mencapai 160, saya tak berani pergi kemana-mana. Sebelum pandemi covid-19 ini saya rutin berenang tiga kali seminggu. Kalau sekarang, saya hanya bisa jalan-jalan di depan rumah.

 

Jawaban:

Lansia bila mendapat ‘warisan’ penyakit atau sudah mengalami penyakit, penting untuk terkontrol agar tetap menjadi lansia sehat. Jadi, walau sudah mengalami sakit-sakitan, seperti rematik, tekanan darah tinggi, diabetes, tetap bisa sehat. Pastikan kondisi gula darah, tekanan darah dan lainnya dalam rentang normal. Cek kondisi tekanan darah pada empat waktu, yaitu bangun tidur, siang, sore dan mau tidur. Juga konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.

 

Mengenai olahraga, memang terasa sekali aktivitas jadi berkurang selama pandemi ini. Bila memungkinkan, aktivitas jalan-jalan diiringi dengan olah raga isometrik. Apa itu? Yaitu olahraga yang banyak menggunakan kekuatan otot-otot, terutama otot penyangga tubuh. Kalau berenang ada isometrik dan erobik. Nah kalau lagi di rumah, bisa menggunakan tali karet atau beban yang ringan, sambil menggerakkan tangan dan kaki, sendi-sendi agar tidak kaku dan tetap lentur.

 

Adapun aktivitas fisik yang disarankan selama pandemi ini di antaranya:

 1. Sebenarnya boleh jalan-jalan, tapi lihat lingkungan ya, kalau bisa seputar rumah saja dan pakai masker. kalau suasana sepi, bisa menjaga jarak, tidak apa-apa kita berjalan seputar rumah, awalnya mungkin 100 meter, nanti dteruskan lagi. kalau di rumah saja pun bisa dengan jalan di tempat sambil mendengarkan lagu atau nonton tivi.

 

2. Mengangkat botol aqua kecil yang isinya 300 cc menggunakan kedua tangan, gantian tangan kanan dan kiri. sambil nonton juga bisa lho.


3. Aktivitas fisik lain yang sederhana bisa senam, yang dianjurkan adalah senam osteoporosis, senam stretching, kalau senam yang ada lompat-lompat sudah tidak terlalu dianjurkan kecuali sudah diperiksa dokter.  Sambil berjemur bisa juga lansia melakukan senam. (hil)
foto : freepik.com

geriatri,lansia,covid19,merawat lansia,lansia sehat,lansia bahagia,berita lansia,lansia online,diabetes,lansia diabetes

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026