
Oleh : dr. Ika Fitriana, Sp.PD , Staf Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI - RSCM
Dok, usia saya 56 tahun. Saya mengalami susah tidur. Tidur malam paling hanya 2 -3 jam. Kenapa dan bagaimana mengatasinya ya Dok?
Jawab:
Sekitar 60-70 persen lansia pernah ada episode susah tidur. Gejala susah tidur itu banyak sekali pada lansia. Berikut ini hal yang harus diperhatikan.
Pertama, yang harus dinilai adalah berapa jam lansia tidur setiap harinya. Setiap hari ya, bukan setiap malam. Kadang ada orang tua yang bangun malam sangat cepat (jam 3 pagi sudah bangun) lalu ibadah, tapi siang hari tidur. Nah, tidur siang itu dihitung juga.
Kedua, ketahui apakah tidurnya berkualitas, yaitu setelah bangun badan terasa segar. Rata-rata lansia tidur cukup 6-7 jam, bahkan 8 jam juga bagus. kalau tidur dalam sehari kurang dari 6 jam, itu disebut kurang tidur.
Nah, ada juga lansia yang saat tidur sering terbangun. Padahal, tidurnya 7 jam, tapi sering terbangun. Itu namanya tidak nyenyak. Nah, ini juga harus diperhatikan kenapa bisa terjadi.
Hal yang perlu diperhatikan mengenai susah tidur pada lansia, yaitu:
Pertama, kebiasaan saat mau tidur, misalnya lampu hidup/menyala atau mati, suara berisik atau tidak, gerah atau tidak, kasurnya enak atau tidak, dan seterusnya.
kedua obat-obatan yang dikonsumsi saat itu. Adakah obat baru dari dokter.
Ketiga, kebiasaan minum sebelum tidur (minum terlalu dekat dengan waktu tidur, jadi sering terbangun karena ingin buang air kecil), mengalami infeksi, atau sedang ada hal yang mengganjal pikiran.
Saya anjurkan bila setiap malam lansia susah tidur sampai terganggu kualitas tidurnya, bangun tidak segar, siang sering ketiduran maka harus evaluasi dan konsultasi dengan dokter. Coba hitung kembali jam tidur dan kondisi bangaun apakah dalam kondisi segar atau sebaliknya. (hil)
Foto: freepik.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri