
Geriatri.id - Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Barcelona dan Pompeu Fabra University mengungkapkan, orang lanjut usia yang tinggal di desa memiliki kesehatan mental yang lebih baik ketimbang lansia yang tinggal di kota. Kesejahteraan mental lansia merujuk pada bagaimana mereka memandang keberadaan sehari-hari mereka, yaitu apakah pandangan mereka positif atau negatif terhadap diri dan lingkungannya, yang pada gilirannya, membuat hidup mereka menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Dalam studi yang diterbitkan oleh International Journal of Environmental Research and Public Health ini, terungkap adanya kaitan antara kesejahteraan mental di antara lansia dan lingkungan tempat mereka tinggal, baik itu pedesaan atau perkotaan. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara variabel utama yang berkaitan dengan kesejahteraan mental yang memuaskan dari lansia dan karakteristik pedesaan atau perkotaan dari lingkungan tempat mereka tinggal.
"Persepsi yang dimiliki oleh lansia yang tinggal di daerah pedesaan sehubungan dengan keterbatasan kesehatan dan penuaan dikaitkan dengan penurunan kesejahteraan mental sementara tinggal di daerah perkotaan terkait dengan peningkatan risiko menderita masalah emosional yang disebabkan oleh kesulitan ekonomi atau tingkat pendidikan yang rendah," ujar salah seorang penulis penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin asri sebuah desa baik dari sisi lingkungan maupun perilaku sosial, akan membuat tingkat kesejahteraan mental lansia lebih baik. Peneliti berpendapat, mendorong lansia untuk tinggal di daerah pedesaan dapat mengarah pada kesejahteraan yang lebih besar di kehidupan selanjutnya.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil mikrodata cross-sectional antara 2015 dan 2017 dari Survei Kesehatan Catalonia (ESCA), survei resmi yang diberikan kepada seluruh populasi yang berada di Catalonia, yang dilakukan terus menerus sepanjang tahun.
Sampel, yang mewakili populasi keseluruhan, termasuk 2.621 individu (1.219 pria dan 1.402 wanita) berusia 65 dan lebih yang tinggal di kota yang diklasifikasikan sebagai desa, semi-perkotaan, dan perkotaan. Untuk penelitian ini, para peserta menjawab kuesioner, memberikan informasi tentang kesehatan dan gaya hidup individu dalam kaitannya dengan berbagai faktor sosial-demografis.
Studi ini berusaha mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental lansia di daerah penelitian. Studi ini juga menilai sejauh mana pedesaan dari kotamadya asal dikaitkan dengan nilai yang berbeda secara signifikan dalam skala kesejahteraan mental, dan apakah besarnya hubungan ini tergantung pada aspek yang terkait dengan sosio-demografi, kesehatan, dan gaya hidup individu tersebut.
Beberapa faktor risiko yang diidentifikasi oleh penulis adalah faktor demografi, status ekonomi, kesehatan yang dirasakan sendiri, beban kesehatan fisik, keterbatasan dan ketergantungan fungsional, dukungan sosial, beban keluarga, aktivitas fisik, dan jam tidur.
"Variabel terkait dengan status kesehatan, otonomi pribadi dan dukungan sosial tampaknya sangat terkait dengan kesejahteraan mental," kata para peneliti menegaskan. (mag)
foto: ilustrasi lansia di desa (piqsels)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri