
Geriatri.id - Tak sedikit lansia yang menghabiskan waktunya hanya berdiam diri, duduk, dan kurang beraktivitas fisik. Padahal, sikap atau perilaku seperti ini justru bisa menimbulkan risiko penyakit bahkan hingga risiko efek fatal yaitu meninggal dunia.
Beberapa penelitian menunjukkan hasil antara perilaku berdiam diri dengan efek sindrom metabolik, lingkar pinggang, dan kelebihan berat badan/obesitas.
Temuan lainnya bahwa perilaku hanya duduk-duduk dan kurang aktivitas fisik bisa memicu efek terhadap kesehatan mental, sel kanker, ginjal.
Perlu kita tahu, secara global, populasi orang lansia telah meningkat secara substansial, dan diperkirakan mencapai sekitar 22% dari populasi dunia pada tahun 2050.
Adapun risiko penyakit tidak menular dan kecacatan meningkat seiring bertambahnya usia, memberikan tantangan bagi sumber daya kesehatan dan perawatan sosial.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat banyak rekomendasi untuk perubahan perilaku untuk mengurangi beban penyakit tidak menular dan kecacatan di kalangan orang tua.
Sudah dapat dipastikan bahwa aktivitas fisik memainkan peran penting dalam pencegahan penyakit-penyakit karena hubungannya yang erat dengan banyak penyakit kronis dan kecacatan yang sebagian besar memengaruhi lansia, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes tipe 2, jatuh tak disengaja, obesitas, sindrom metabolik, gangguan mental, dan penyakit muskuloskeletal.
Namun, dalam dekade terakhir, perilaku sedentary atau kurang beraktivitas fisik telah muncul sebagai faktor risiko baru untuk kesehatan. Di antaranya, hanya berbaring, nonton televisi, atau duduk dalam waktu lama.
Studi epidemiologis pada kelompok usia yang berbeda menunjukkan bahwa sejumlah besar jam bangun setiap indivisu dihabiskan dalam kegiatan sedentary.
Temuan dari penelitian di AS dan Eropa melaporkan bahwa waktu berdiam diri yang diukur secara obyektif lebih tinggi pada mereka yang berusia lebih dari 50 tahun dan 65 tahun.
Selain itu, telah dilaporkan bahwa orang yang lebih tua dari 60 tahun menghabiskan sekitar 80% dari waktu terjaga mereka dalam aktivitas sedentary yang mewakili 8 hingga 12 jam per hari.
Demikian pula, Hallal et al. melakukan penilaian global di lebih dari 60 negara dan menemukan bahwa lansia memiliki prevalensi tertinggi untuk melaporkan minimal 4 jam waktu duduk setiap hari.
Meskipun ini paparan yang tinggi pada orang tua, dampak kesehatan dari perilaku menetap pada populasi ini belum ditinjau.
“Kami secara sistematis meninjau bukti untuk mencari hubungan antara perilaku menetap dan berbagai hasil kesehatan pada orang dewasa di atas 60 tahun”.*** (hil)
Referensi: bmpublichealth.biomedcentral.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri