Tips Merawat Lansia Sakit Selama Pandemi COVID-19


Berita Lansia - Pendamping/perawat lansia harus terus menjaga kesehatan fisik dan emosi. Jangan sungkan untuk mencari bantuan ahli atau kerabat. Merawat lansia keluarga kita, tabungan kita di akhirat nanti.

2020-05-03 04:49:34

Geriatri.id—Lansia dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih besar akibat infeksi virus Corona (COVID-19). Untuk itu, merawat oma dan opa harus ekstra hati-hati selama pandemi COVID-19 ini.

Dalam Kelas Lansia Online, Jumat (1/5/2020) dr Anastasia Asylia Dinakrisma SpPD memaparkan tips merawat lansia sakit selama pandemi COVID-19. Kelas Lansia Online adalah diskusi jarak jauh dokter dengan lansia serta pendampingnya yang diselenggarakan Pergemi (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia) dan Geriatri.id.

Dokter Anas mengatakan, pendamping/perawat lansia harus terus menjaga kesehatan fisik dan emosi. "Jangan sungkan untuk mencari bantuan ahli atau kerabat," katanya. "Merawat lansia keluarga kita, tabungan kita di akhirat nanti."

Dalam situasi pandemi COVID-19 ini, kata dokter Anas, pendamping lansia harus memiliki pemahaman cukup mengenali gejala COVID-19. Secara umum, COVID-19 bisa dikenali melalui gejala khas dan tidak khas.

Gejala khas COVID-19 adalah demam (suhu badan 37,5 derajat Celcius atau lebih, atau kenaikan suhu 1,5 derajat C lebih dari biasanya), ambang batas demam pada lansia lebih rendah daripada orang dewasa biasa. Gejala khas lainnya adalah saluran napas seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak napas.

Adapun gejala tidak khas antara lain perubahan kesadaran ( cenderung mengantuk, bicara meracau, tidak sadar, NULL); kelemahan umum, nafsu makan menurun; jatuh, waspadai penyebab lansia jatuh.

“Segera hubungi dokter, Anda akan diberikan petunjuk mengenai penanganan pertama, kapan harus dirujuk ke rumah sakit atau menjalani perawatan di rumah,” kata dokter Anas.

Jika oma dan opa disarankan dirawat di rumah saja, berikut tipsnya: 

1. BERIKAN PENGERTIAN MENGENAI PENYAKIT DAN RAWAT/ISOLASI MANDIRI DI RUMAH

Berikan penjelasan dengan Bahasa sederhana dan mudah dimengerti mengenai apa itu COVID-19, bagaimana, cara penularan, bagaimana gejalanya dan cara mengatasinya selama isolasi di rumah

Penting juga untuk menjalani isolasi mandiri di rumah (minimal selama 14 hari). Lama isolasi mandiri di rumah adalah minimal 14 hari hingga diketahui hasil pemeriksaan laboratorium atau sesuai instruksi dokter, selama 14 hari pasien dalam pemantauan Puskesmas setempat 

"Obat-obat yang digunakan selama isolasi mandiri harus mengikuti petunjuk dokter, baik itu jenis, dosis, lama pengobatan, cara pemberian dan kemungkinan efek samping obat," kata dokter Anas.

2. MONITOR PENYAKIT TIAP HARI (dilakukan oleh pendamping/ perawat lansia yang sehat)

- Cek suhu tubuh minimal 3 kali sehari dengan thermometer (PK.07.00, PK.12,00, PK.19.00)

- Monitor perkembangan gejala  (seperti  batuk, sesak, dll)

- Minum obat sesuai instruksi dokter

- Tulis di catatan harian, buat buku catatan harian tersendiri

- Jika gejala makin memburuk, segera telepon fasilitas kesehatan terdekat  lebih dulu, kemudian bawa ke rumah sakit terdekat segera sesuai petunjuk dokter.

3. ISTIRAHAT CUKUP, JAGA NUTRISI, CAIRAN DAN KESEHATAN MENTAL

- Istirahat : tidur 7-8 jam sehari

- Konsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang , perbanyak makanan segar (kurangi makanan berpengawet) , makanan dengan tinggi protein, vitamin, mineral dan serat, suplemen  jika diperlukan

- Minum cairan cukup (6-8 gelas per hari kecuali ada pembatasan oleh dokter), cegah dehidrasi

- Jaga kesehatan mental, hindari stress pada lansia dengan melakukan aktivitas yang disukai, tetap menjaga komunikasi dengan keluarga,  olahraga ringan, beribadah.

4. SEBISA MUNGKIN  HINDARI BERKUNJUNG KE FASILITAS KESEHATAN, KECUALI JIKA PENTING , HUBUNGI PETUGAS DI FASILITAS KESEHATAN TERLEBIH DAHULU

- Manfaatkan dahulu konsultasi dengan dokter online/ telemedicine atau via media telkomunikasi lain.

- Pastikan stok obat2 penyakit kronis cukup tersedia (minimal 1 bulan)

- Buat janji : pastikan jadwal praktik dokter, tentukan waktu kunjungan, minimal kontak langsung

- Infokan keluhan lansia sejujurnya  kepada petugas medis via telpon sebelum datang.

5. KENALI TANDA BAHAYA DAN DALAM KEADAAN DARURAT SEGERA HUBUNGI PETUGAS MEDIS SETEMPAT

- Kenali Tanda Bahaya pada lansia :  sesak napas, nyeri dada memberat, perubahan kesadaran, makin lemah, tidak mau makan, jatuh yang menyebabkan nyeri hebat dan tidak bisa bergerak

- Cari informasi dam selalu sediakan catatan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi, simpan nomor dokter dan nomor gawat darurat di daerah Anda misal untuk COVID-19 : 119 extension 9 atau faskes rujukan lain. 

- Infokan kepada operator kondisi lansia, termasuk kemungkinan menderita COVID-19 atau jika positif COVID-19.

6. AJARI ETIKA BATUK DAN CUCI TANGAN SESERING MUNGKIN PADA LANSIA

- Tutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk dengan tissue sekali pakai ATAU tutup dengan lengan baju

- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik

- Buang tissue di tempat sampah tertutup

- Pakai masker kain selama di rumah

- Cuci seluruh permukaan tangan dan sela-sela  jari dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik  atau  dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% hingga mengering 

- Cuci tangan terutama setelah bersin atau batuk, setelah dari kamar mandi, sebelum makan atau menyiapkan makanan , setelah beraktivitas

- Hindari menyentuh wajah.

7. Pisahkan lansia yang sakit dengan orang lain di dalam rumah DAN hindari berbagi memakai barang pribadi

- Usahakan  tetap  berada dalam  kamar terpisah dari orang lain  dalam 1  rumah

- Ciptakan suasana kamar yang bersih, nyaman, cukup sinar matahari dan sirkulasi udara

- Gunakan kamar mandi terpisah jika tersedia

- Jika  tidak memungkinkan, jaga jarak minimal 1 meter, hindari kontak fisik langsung, gunakan masker

- Caregiver / perawat lansia harus memakai masker selama merawat dan sering cuci tangan  

- Tetap jalin komunikasi dengan lansia, manfaatkan teknologi komunikasi, ciptakan suasana yang menenangkan dan menyenangkan selama masa isolasi

- Hindari  berbagi menggunakan  barang pribadi dengan orang 1 rumah : alat makan, alat mandi , tempat tidur, barang pribadi lain.

8. BERSIHKAN SECARA RUTIN  PERMUKAAN PERABOTAN YANG SERING DISENTUH

- Bersihkan secara rutin tiap hari (minimal 2 kali pagi dan malam hari) : gagang pintu, meja, kursi, dudukan toilet, wastafel,  remote control, HP, laptop, dan permukaan lain yang sering disentuh 

- Gunakan cairan pembersih rumah tangga : dengan air dan sabun/ deterjen, kemudian cairan desinfektan. Ikuti petunjuk pemakaian produk. (ymr)

lansia,geriatri,virus corona,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia,tips lansia,tips lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026