Geronto Tourism: Saatnya Menikmati Liburan Impian di Usia Emas


Ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi wisata lansia, yaitu aksesibilitas fasilitas yang memadai, rencana perjalanan yang fleksibel, dan lingkungan yang mendukung kesehatan.

2026-07-28T07:50

GERIATRI.CO.ID - Pernahkah Anda membayangkan menikmati indahnya matahari terbenam di Bali atau sejuknya udara pegunungan tanpa perlu merasa terburu-buru dan lelah? Bagi kelompok usia lanjut (lansia), pengalaman liburan yang tenang dan aman seperti inilah yang paling dicari.

Liburan di usia emas bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan cara merayakan hidup, merawat kesehatan, dan memanjakan diri. Memahami kebutuhan tersebut, Kementerian Pariwisata kini mulai menggalakkan potensi besar yang dikenal sebagai wisata lansia atau geronto tourism.

Saat ini dunia sedang mengalami pergeseran demografi, di mana negara maju seperti Jepang dan Belanda memiliki populasi lansia yang cukup besar. Banyak dari mereka yang tetap aktif, sehat, serta memiliki keinginan kuat untuk terus menjelajahi tempat-tempat baru.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, menegaskan bahwa potensi ini perlu digarap secara serius agar Indonesia memiliki produk wisata senior yang berdaya saing global. Kehadiran pasar ini menjadi peluang emas untuk memperluas sektor pariwisata berkualitas.

"Pemerintah mendorong para stakeholder pariwisata untuk mengembangkan produk wisata lansia yang memiliki daya saing global. Dengan kolaborasi, kami optimistis ini membuka peluang ekonomi baru dan memperluas pasar wisata berkualitas," ujar Nia kepada kantor berita ANTARA, Minggu (26/7/2026)

Pemerintah optimistis bahwa pengembangan geronto tourism dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor. Kerjasama ini melibatkan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat lokal untuk membangun ekosistem yang solid.

Layanan wisata minat khusus ini dirancang secara spesifik dengan mempertimbangkan kondisi fisik, psikologis, dan sosial lansia. Pendekatannya tentu sangat berbeda dibandingkan paket liburan untuk wisatawan muda yang cenderung padat dan cepat.

Ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi wisata lansia, yaitu aksesibilitas fasilitas yang memadai, rencana perjalanan (itinerary) yang fleksibel, serta lingkungan yang mendukung kesehatan. Hal ini memastikan para senior dapat berwisata dengan tenang.

Tak hanya itu, ketersediaan sarana pendukung seperti jalur ramah kursi roda dan kemudahan akses ke fasilitas medis menjadi prioritas. Pengembangan SDM dan pemandu wisata yang peka terhadap kebutuhan lansia juga terus ditingkatkan.

Kementerian Pariwisata juga mendorong hadirnya paket wisata holistik yang memadukan keindahan alam, budaya, layanan kebugaran, serta pola makan sehat. Konsep ini memberikan manfaat menyeluruh bagi kesehatan fisik, mental, maupun emosional lansia.

Melalui langkah strategis ini, Indonesia diharapkan tidak hanya populer karena keindahan alam dan budayanya saja. Lebih dari itu, Indonesia berpotensi besar menjadi destinasi unggulan untuk layanan wisata kebugaran dan wisata lansia di tingkat dunia.

Pada akhirnya, menghadirkan pariwisata yang ramah lansia adalah bentuk penghormatan bagi para senior. Sebab, masa tua adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan dunia dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (a2s)


======

 

wisata lansia,geronto tourism,kuliner lansia

ARTIKEL LAINNYA

Diet MIND, Pola Makan yang Dikaitkan dengan Risiko Demensia Lebih Rendah

Apa yang Harus Dilakukan Agar Sarkopenia Menjauh

Senangnya ala Kepala Desa 'Tercantik'

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026