Tips Mengatasi Susah Makan pada Lansia


Berita Lansia - Lansia akan mengalami berbagai perubahan dan penurunan fungsi tubuh karena proses penuaan yang alamiah.

2018-12-02 13:26:15

Geriatri.id - “Menangani lansia itu sama seperti menghadapi anak balita.” Hmm, mungkin Anda pernah mendengar anekdot atau celotehan seperti itu.

Memang tak bisa kita pungkuri bahwa lansia akan mengalami berbagai perubahan dan penurunan fungsi tubuh karena proses penuaan yang alamiah.

Selain itu, boleh jadi lansia sedang menjalani pengobatan atau mengalami penyakit tertentu sehingga menunjukkan sikap atau perilaku tertentu yang seolah-olah seperti kita menghadapi anak balita.

Misalnya, lansia tidak mau atau sulit  makan. Padahal kita tahu, kebutuhannya akan zat-zat gizi tetap harus diperhatikan. Tentunya hal ini menjadi sebuah dilema.

Lalu, bagaimana caranya agar lansia mau makan? Saya coba bagikan tips berikut ini ya:

1. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Coba bayangkan, Anda sedang makan di ruang makan di rumah sendiri. Bagaimana rasanya? Sepi dan kurang asyik, kan. Itulah salah satu penyebab lansia ogah-ogahan makan sendirian. Bahkan, ia menunda-nunda jadwal makan dengan alasan menunggu anggota keluarga lain.

Ia ingin makan bersama dan hal itu baginya menyenangkan. Karena itu, saat ia makan cobalah ditemani.

Nah, setelah makan, ajak ia mengobrol tentang topik apa saja yang disukainya. Namun, hindari pembicaraan yang sifatnya negatif atau terlalu serius. Apa pasal? Itu justru akan membuat perasaannya tidak nyaman.

2. Perhatikan kebiasaan makannya

Coba Anda perhatikan bagaimana kebiasaan makannya. Boleh jadi, ia tak mau makan lantaran bosan dengan menu yang itu-itu saja. Karena itu, upayakan untuk menghidangkan menu makanan yang variatif setiap hari. 

Bila memungkinkan, ajak atau libatkan ia dalam pemilihan menu hariannya sesuai selera dan keinginannya. Pastikan kandungan gizi dalam makanan itu sesuai dengan kebutuhan lansia, ya.

3. Bantu lansia untuk makan

Boleh jadi sebenarnya lansia merasa lapar dan ingin makan, namun ia kesulitan untuk melakukannya karena ada kendala.

Misalnya, kemampuan tangannya melemah sehingga kesulitan memotong makanan.
Lantaran itu, teman lansia ketika ia makan dan perhatikan kebutuhannya. 

Bantulah misalnya untuk memotong-motong makanannya sehingga lebih kecil. Bila ia kesulitan mengambil atau mengangkat gelas, sediakan sedotan agar memudahkan ia untuk minum.


4. Penuhi kebutuhan gizinya

Lansia umumnya disarankan makan sedikit-sedikit tapi sering. Jadi, ia tidak makan sekaligus dalam porsi banyak.

Meski begitu, tetap harus diperhatikan asupan gizinya apakah sudah mencukupi sesuai kebutuhannya.

Yang pasti, dalam setiap porsi makanan harus ada makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral. 

Bila Anda belum mengetahui jenis makanan apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi lansia, silakan berkonsultasi dengan dokter ahli gizi.

Dokter akan menyarankan panduan makanan untuk lansia agar kebutuhan gizinya terpenuhi.

5. Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Mungkin masih banyak yang belum memahami akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada lansia.

Padahal, lansia rentan mengalami kesulitan makan atau ketika mengunyah karena merasa tidak nyaman. Misalnya, ia mengalami sariawan, gigi goyang dan sebagainya. 

Pemilihan makanan juga perlu memerhatikan kondisi gigi lansia. Misalnya,makanan dengan tekstur keras tentu akan sudah dikunyah oleh lansia yang sudah ompong.

Jangan lupa untuk mengajak lansia ke dokter gigi secara rutin, terlebih bila ada keluhan.


6. Perhatikan obat yang dikonsumsi

Karena kondisi tertentu atau ada masalah kesehatan, lansia perlu mengonsumsi obat-obatan.

Masalahnya, obat-obatan dapat menimbulkan penurunan kemampuan tubuh dalam menyerap zat-zat gizi tertentu, menyebabkan gangguan pencernaan atau bahkan menurunkan nafsu makan. 

Maka perhatikan obat apa saja yang dikosumsi lansia dan informasikan pada dokter bila ada perubahan pola makan. Misalnya, ia jadi tak berselera atau tak mau makan.

Sebelum mengonsumsi obat baru, tanyakan pada dokter apakah bisa menyebabkan efek samping seperti menurunkan nafsu makan dan sebagainya.

7. Bujuk lansia agar mau makan

Bujuklah lansia agar makan. Gunakan dengan nada bicara yang lembut, hindari kata-kata yang cenderung keras atau terkesan mengancam.

Bayangkan kalau Anda berada pada posisi sebagai lansia. Tentunya, bila dipaksa makan malah semakin tidak mau makan, bukan?

Nah, semoga dengan cara-cara tersebut, nafsu makan lansia kembali meningkat dan kesehatannya tetap terjaga!***

Referensi:
https://www.cambridge.org/core/journals/international-psychogeriatrics/article/eating-
habits-and-appetite-control-in-the-elderly-the-anorexia-of-
aging/EE98D71DAEF5225F6DE8405E0807BFC2 ].
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2920201/].

geriatri,lansia,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,tips lansia,tips lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi: Saat Tekanan Darah Terlalu Tinggi

Kebutuhan Gizi Terpenuhi, Insyaallah Sehat Terus

Sejak Menjelang Tua Harus Siapkan Diri

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026