Tips Aman Berolahraga pada Bulan Ramadan


Berita Lansia - Olahraga yang dilakukan tetap harus menaati kebijakan pembatasan fisik dan sosial yang diterapkan pemerintah saat ini.

2020-04-28 04:33:49

Geriatri.id--Ramadan di tengah pandemi COVID-19 menuntut semua orang untuk tetap menjaga kebugaran dan imunitas tubuh. Olahraga menjadi aktivitas yang tetap bisa dilakukan selama menjalani puasa pada bulan Ramadan.

Sebelum menjalankan olahraga pada bulan Ramadan ada baiknya untuk memperhatikan jenis dan waktu berolahraga. 

Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik Fakultas Kedokteran Unpad, Deta Tanuwidjaja, dr., Sp.KFR., AIFOK, memaparkan tips aman berolahraga saat Ramadan di tengah pandemi COVID-19 ini.

Dokter Deta mengatakan olahraga ketika berpuasa berpotensi memunculkan efek seperti ancaman hipoglikemia, dehidrasi, dan ambang laktat yang mudah tercapai. 

Hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah dalam tubuh. Penurunan gula darah ini menyebabkan tubuh mudah lemas, gemetar, hingga berkeringat dingin.

Sementara ancaman dehidrasi merupakan kondisi tubuh mulai kekurangan cairan.

Kondisi dehidrasi masih bisa ditoleransi asalkan dipertahankan di bawah kebutuhan hidrasi, yaitu di bawah 3 persen dari total cairan tubuh, serta mendekati waktu hidrasi,” kata Deta saat menjadi pembicara dalam webinar “Meraih Kebugaran di Bulan Ramadan” seri Kajian Ramadan Masjid Unpad, Minggu (26/4/2020).

Ambang laktat merupakan kondisi peredaran darah mulai jenuh sehingga otot tubuh akan menjadi lelah. Pada saat puasa, ambang laktat akan lebih mudah tercapai.

Deta mengatakan, ada sejumlah waktu yang disarankan untuk berolahraga saat berpuasa untuk mengantisipasi efeknya.

Waktu ideal adalah dekat dengan waktu loading (waktu tubuh mendapat asupan karbohidrat) serta waktu hidrasi, antara lain setelah subuh, sebelum magrib, serta antara setelah salat tarawih dan sebelum tidur.


Waktu subuh menurut Deta merupakan kondisi ketika tubuh sudah menerima asupan nutrisi dan hidrasi dari makan sahur.

Rasa haus yang timbul di waktu ini masih dapat dikompensasi oleh tubuh dengan adanya respons renin-angiotensin-aldosteron, yang mampu menahan air di dalam tubuh.

Sementara waktu sebelum magrib merupakan kondisi ketika tubuh akan menerima asupan makanan dan hidrasi saat berbuka puasa. Namun, lanjut Deta, berolahraga pada waktu ini memiliki risiko dehidrasi dan hipoglikemia apabila tidak terkontrol.

Lebih lanjut Deta menjelaskan, jenis olahraga kebugaran yang baik dilakukan di bulan puasa adalah jogging dan cardio calisthenic.

Lakukan olahraga dengan intensitas ringan, yaitu minimal 20 menit per sesi. Namun, dilakukan dengan frekuensi rutin, yaitu antara 4 – 5 sesi per pekan.

Meski demikian, olahraga yang dilakukan juga tetap harus menaati kebijakan pembatasan fisik dan sosial yang diterapkan pemerintah saat ini. Jika lingkungan sekitar cenderung ramai, hindari berolahraga di luar rumah.

Deta mengatakan, kurangnya aktivitas olahraga selama bulan Ramadan ditambah adanya masa pandemi Coronavirus (COVID-19) saat ini akan berisiko terkena infeksi sedang hingga tinggi. Hal ini didasarkan pada hasil studi bahwa orang yang tidak berolahraga, risiko infeksinya sedang hingga tinggi.

Ketika seseorang berolahraga dengan intensitas ringan atau sedang, maka risiko infeksinya berkurang. Tingkat imunitas tubuh pun akan meningkat. “Itulah kenapa olahraga dibutuhkan. Olahraga mengintervensi berupa overload terhadap fisiologi tubuh manusia, sehingga terjadi peningkatan fungsi,” kata Deta. (ymr) Foto: Pixabay

lansia,geriatri,ramadan 2020,covid-19,virus corona,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026