Dok, Kenapa Perut Nyeri, Keras dan Panas?


Berita Lansia - Problem yang saya hadapi sekarang setiap malam tidur saya selalu terganggu. perut saya merasakan nyeri, perut keras, panas, ini saya sudah rasakan  sekitar 10 bulan belakangan.

2020-04-21 07:41:33

Oleh : dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, SpPD

Geriatri.id - Dok, saya mau tanya.Usia saya 68 tahun, berat badan 62,5 kg. Tinggi 165 cm. Berat badan 1 tahun terahir 62 +/- 0,5 kg.

Problem yang saya hadapi sekarang setiap malam tidur saya selalu terganggu. perut saya merasakan nyeri, perut keras, panas, ini saya sudah rasakan  sekitar 10 bulan belakangan. Dokter sudah kasih obat lambung tetapi belum ada hasil. Problem ini terjadi sekitar jam 23:00  sampai jam 02:00 WIB.

Muntah tidak ada, dahak jadi meningkat. Obat lambung yang diminum belakangan  Lansoprazole 30 mg 1 kali pagi sebelum makan dan  Sucralfate  4x1sendok (5 ml). USG perut dan Endoskoli belum pernah.

Sejak operasi bypass, selama 3 tahun saya konsumsi 2 jenis pengencer darah (Trombo aspilet dan Clopidogrel). Kemudian, 3 bulan terakhir setelah frekuensi sakitnya hampir tiap malam obatnya tinggal hanya 1 (Clopidrogel 75 mg). Mohon saran dari dokter.

Jawaban:


Kemungkinan besar memang nyeri lambung akibat pemakaian obat tromboaspilet/ clopidogrel. Saran untuk sementara yang bisa dilakukan adalah:

- Lansoprazol generik bisa dinaikkan menjadi 2x30 mg pagi dan malam sblm makan (kl mau paten bs prosogan atau nexium 2x1 tab) , sukralfat 3x10 ml sblm makan sampai 2 bulan.

- Enzyplex 1x1 tablet seminggu

- Obat clopidogrel tetap lanjutkan

- Tromboaspilet hentikan

- Sukralfat bisa dinaikkan 4x15 ml, bs ditambah suplemen probiotik rillus 1x1 tablet, hindari makan 1-2 jam sebelum tidur dan posisi tidur kepala agak dinaikkan 30 derajat..

- Obat untuk jantung diminum setelah makan, jangan bersamaan dengan obat lambung

- Makan sering dengan jumlah sedikit-sedikit

- Hindari rokok, makanan yang asam, pedas atau bumbu kuat

- Hindari makan 1-2 jam sebelum tidur, tidur posisi kepala dinaikkan lebih tinggi 30 derajat, jangan tidur mendatar

- Selama tidak ada tanda bahaya seperti penurunan berat badan 3 kg dalam 3 bulan, tidak ada muntah atau BAB hitam/berdarah, badan makin lemas, tidak bisa makan dan minum/muntah hebat, maka masih aman

- Jika wabah covid-19 sudah selesai, disarankan USG perut utk melihat apakah ada gangguan lain seperti batu empedu dll.***(hil)

Foto: freepik.com

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Video Lansia:

 

geriatri,lansia,lambung,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026