Waspada Penipuan Terhadap Lansia Ketika Pandemi COVID-19


Meski kemungkinan angka kriminalitas turun, tindak kejahatan bukan seratus persen hilang.

2020-04-14 13:50:56

Geriatri.id—Pandemi COVID-19, ketika orang-orang lebih banyak bekerja dari rumah, angka kejahatan diyakini turun.  Meski kemungkinan angka kriminalitas turun, tindak kejahatan bukan seratus persen hilang.

Kasus di Jerman bisa menjadi pelajaran untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Dilansir DW, kejahatan penipuan digital maupun langsung justru naik tajam.

Penjahat juga makin lihai mencium peluang di saat pandemi virus corona melanda. Penipuannya beragam meliputi penjualan online hingga trik menipu lansia.

Di Jerman kini marak penipuan dengan memanfaatkan kepanikan warga terkait wabah COVID-19. Jawatan kriminal negara bagian Nordrhein-Westfalen melaporkan, kasus yang paling sering adalah penipuan lewat telepon kepada para lansia dengan menyebutkan cucu mereka terinfeksi virus Corona

Cucunya disebutkan perlu uang untuk membeli obat. Kaum lansia yang panik, sering kali tidak lagi berpikir panjang, memberikan atau mentransfer uang kepada orang yang tidak dikenal.

Modus penipuan lainnya adalah dengan mengaku sebagai petugas dinas kesehatan yang melakukan tes virus corona dari rumah ke rumah. Jika diizinkan masuk rumah, penjahat yang biasanya terdiri dari beberapa orang akan beraksi mengalihkan perhatian dan mencuri barang berharga atau uang tunai. 

Penipuan lewat toko online memanfaatkan krisis corona, disebutkan meraup uang dalam jumlah besar. Sebastian Fiedler, ketua perhimpunan petugas kriminal federal Jerman, melaporkan maraknya toko online palsu atau produk palsu yang terkait wabah corona.

“Penipu yang seolah-olah toko internet profesional menawarkan obat-obatan anticorona, disinfektan dan masker pelindung,” kata Fiedler. 

Mereka biasanya meminta pembayaran di muka, tapi barangnya tidak pernah dikirimkan karena memang tidak ada.  Ada juga para penipu yang menawarkan produk palsu dengan harga tinggi. Produk yang dikirim kepada pelanggan, seringkali tidak memenuhi standar, tidak ampuh melindungi dari infeksi, bahkan sebagain lagi produk berbahaya.

“Para penjahat meraup uang dalam jumlah besar, dengan produk plagiat atau palsu, dengan taruhan kesehatan orang lain,” ujar Sebastian Fiedler.  (ymr)

Ilustrasi Pixabay

 

 

lansia,geriatri,covid-19,virus corona

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026