
Geriatri.id - Kecemasan dan stres bisa terjadi pada siapa saja, saat menghadapi pandemi Covid-19, termasuk para lansia. Karena itu, upaya untuk tetap 'mendampingi' para lansia di tengah pandemi Covid-19 menjadi sangat penting. Tentu tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan terkait menjaga jarak sosial dan jarak fisik untuk menghindari penularan pada lansia yang merupakan kelompok rentan.
Psikolog klinis Dr. Rena Rena Latifa mengatakan, meski tak harus berada di dekat mereka atau berdampingan, sejatinya lansia itu lebih bahagia kalau banyak didengarkan oleh anak-anak atau cucunya. Atau jika memang dirasa aman, bisa juga memberikan sentuhan ringan untuk menenangkan. "Sentuhan-sentuhan ringan dapat membantu menurunkan kecemasan lansia," ujarnya kepada geriatri.id.
Jika tidak, maka bisa juga dilakukan aromaterapi atau mengajak lansia berganti suasana dan berkegiatan ringan. "Misalnya, pindah dari kamar ke ruang makan, berolahraga ringan," ujarnya.
Jika anak-anak atau cucu tinggal berjauhan dengan lansia, maka bisa menggunakan media komunikasi supaya tetap terkoneksi. Saat berkomunikasi, anak-anak atau cucu bisa mengajak lansia bernostalgia, dengan bertanya-tanya tentang cerita masa lalu. Atau jika tinggal serumah, anak-anak bisa juga melakukan nostalgia dengan misalnya, membuka-buka album foto lama atau mendegarkan musik bersama.
"Orang tua senang deh didengarkan atau diajak bicara, dengerin musik bersama. Hal-hal itu bisa didengarkan oleh lansia. Atau beribadah bareng, mereka diajak jadi imamnya, pasti membuat mereka merasa bermakna," pungkasnya. (mag)
Foto: merawat lansia (piqsels)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri