
geriatri.id--Orang dengan obesitas disebut rentan terpapar virus corona (COVID-19).
“Virus corona sangat mengerikan. Tidak hanya orang lanjut usia yang rentan terkena virus corona tetapi anak muda juga, khususnya anak muda dengan obesitas. Orang dengan obesitas harus lebih waspada,” kata Kepala epidemiologi Perancis, profesor Jean François Delfraissy dilansir Reuters.
Delfraissy mengatakan, risiko kematian anak muda akibat virus corona hanya 2 persen dari total keseluruhan kasus di dunia.
Risiko kematian akibat infeksi virus corona bisa meningkat menjadi 14 persen, jika anak muda itu mengalami obesitas.
Delfraissy merupakan anggota dewan peneliti yang telah memberikan arahan bagi Pemerintah Prancis sejak lama. Ia juga sempat menjadi ketua tim peneliti penyakit Ebola dan AIDS.
Delfraissy mengatakan 17 juta dari 67 juta warga Prancis rentan terinfeksi virus corona karena beberapa faktor di antaranya usia lanjut, riwayat penyakit serius, dan obesitas.
Delfraissy menambahkan risiko Covis-19 terhadap orang obesitas dapat dilihat di Amerika Serikat. Menurut Delfraissy, Amerika sangat rentan karena memiliki tingkat obesitas tertinggi di dunia.
Amerika kini menjadi pusat dari pandemi COVID-19 atau virus corona. Jumlah pasien aktif corona di negara tersebut mencapai 201.354 orang, dan total kasus menjadi 215.344 orang.
Angka itu menjadikan AS jadi epicentrum baru dengan jumlah kasus melebihi China, dengan total kasus 81.554 orang dan pasien positif corona tersisa 2.004 orang.
Salah satu epicentrum virus corona di AS adalah kota New York, yang kemudian memberlakukan lockdown pada 22 Maret 2020, demi membendung penyebaran virus tersebut. Saat ini ada 75.540 warga New York yang positif corona, dengan jumlah kematian 2.219 orang. (ymr)
* Foto Ilustrasi Pixabay
[Yuk ikut Lansia Online, kelas kesehatan bersama dokter dan PERGEMI agar Lansia tetap aman di rumah. KLIK]
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri