PB IDI Bantah Ancam Mogok Tangani Pasien Corona


IDI dan empat organisasi lain tidak pernah menyatakan akan mogok tangani pasien Corona

2020-03-28 11:48:29

geriatri.id - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dr. Daeng M Faqih, SH. MH., membantah pernyataan bahwa IDI mengancam untuk mogok tangani pasien Covid-19 karena terjadinya kekurangan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Dr. Daeng Faqih menyayangkan adanya beberapa media baik televisi maupun media online yang memberitakan adanya "ancaman" mogok dari IDI tersebut.  

"Silakan baca rilis tanggal 27 Maret ini," katanya, dalam pernyataan tertulis yang diterima geriatri.id, Sabtu (28/3). Di dalam rilis IDI bersama empat organisasi profesi kesehatan lain yang ditandatangani dr. Daeng tertulis, pertama, dalam kondisi wabah, kemungkinan setiap pasien yang kami periksa adalah ODP (orang dalam pengawasan) atau PDP (pasien dalam pengawasan) atau pasien Covid-19.

Kedua, jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 semakin meningkat, bahkan sebagian meninggal dunia. Ketiga, setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular Covid-19.

"Maka, kami meminta terjaminnya Alat Perlindungan Diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan. Bila hal ini tidak terpenuhi kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat... dan seterusnya," ungkap dr. Daeng.

Dia menegaskan, jelas terjadi "rephrasing" yang fatal atau pemlintiran kata oleh media. "Karena IDI dan empat organisasi lain tidak pernah menyatakan akan mogok tangani pasien Corona," tegas dr. Daeng

IDI menyayangkan, di tengah suasana yang membutuhkan gotong royong seperti saat ini, ada sebagian media massa yang membuat berita dengan menggiring opini seolah-olah para dokter mengancam mogok. "Ini seperti mengadu profesi dokter di satu pihak dengan pemerintah dan masyarakat di pihak lain," ujar dr. Daeng.

Dia menegaskan, media massa arus utama seharusnya menjadi "clearing house". Bukan mencari rating (bagi TV), tiras (bagi media cetak), atau click bait/page view (bagi media online). (mag)

foto: ilustrasi dokter merawat pasien (pixabay)

 

geriatri,merawat lansia,rawat lansia,lansia sehat,pb idi,ikatan dokter indonesia,virus corona,covid 19

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026