
Geriatri.id --Upaya medis dalam menangani wabah COVID-19 tidak akan optimal jika potensi penyebaran virus tidak dioptimalkan. Apalagi jumlah yang terjangkiti di Indonesia terus bertambah.
Data terbaru dari pemerintah, sebagaimana disampaikan juru bicara untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, Jumat (27/3/2020) sekitar pukul 15.30 WIB, jumlah kasus positif bertambah menjadi 1.46, dengan 87 di antaranya meninggal dan 46 kasus sembuh.
"Ini menunjukkan masih ada penularan di tengah masyarakat kita," ujar Achmad Yurianto.
Terkait kondisi demikian, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menegaskan pentingnya setiap usaha untuk segera membatasi penyebaran virus yang lebih luas, karena COVID-19 memiliki perjalanan penyakit yang cepat dan sangat mudah menular melalui drolet, kontak, dan dapat bertahan di permukaan benda cukup lama.
“Dalam waktu sekitar 1 minggu, pasien COVID-19 dapat jatuh ke dalam kondisi perburukan, membutuhkan ventilator dan ruang intensif, hingga meninggal dunia,” demikian Pengurus Besar PAPDI dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Ketua Umum Dr. dr. Sally A. Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, dan Sekretaris Jenderal Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS.
Diingatkan pula bahwa laju kematian global sebesar 4,3% sebagian besar mengenai kelompok usia lanjut 8-15% dan pasien dengan penyakit penyerta (penyakit kardiovaskular 10,5%, diabetes 7,3%, penyakit paru kronis 6,3%, hipertensi 60%, kanker 5,6%, dan penyakit autoimun.
Di lndonesia sendiri saat ini angka laju kematian karena Covid-19 mencapai 7-9%, yang membuat lndonesia termasuk dalam deretan negara dengan angka kematian tertinggi di dunia.
Pada kenyataannya, Covid-19 bisa berakibat fatal pada usia produktif. Di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa 60 % pasien Covid-19 berada di kelompok usia produktif. Dan kelompok usia ini juga tidak terlepas dari risiko kemungkinan perburukan yaitu ARDS (Acute Respirotory Distress Syndromel).
PAPDI mencatat, sebagai negara dengan jumlah populasi penduduk terbesar nomor empat di dunia, Indonesia terdiri dari 64% penduduk usia produktif dan 9,6% lansia.
Statistik lain menunjukkan, penyakit penyerta yang diderita masyarakat Indonesia di antaranya penyakit kardiovaskular sebesar 1,5%, diabetes 10,9%, paru-paru kronis 3,7%, hipertensi 3,4%, kanker 1,8 juta per 1 juta penduduk, serta penyakit autoimun 3%.
Guna mencegah semakin meluasnya wabah COVID-19 ini, karena berpotensi pula meningkatkan jumlah kematian penderitanya, di akhir pernyataannya PAPDI mengeluarkan rekomendasi kepada para pemangku kepentingan sebagai berikut:
1. Memutus rantai HOST/PEJAMU/INANG dengan BERBAGAI CARA.
2. Deteksi dan pengobatan dini pasien Covid-19 tidak akan optimal pemutusan rantai transmisi SECARA TEGAS. (Aas)
***
Foto: Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) menggelar webinar, di Rumah Papdi Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.
Baca juga:
- Social Distancing Tidak Cukup, Guru Besar FKUI Sarankan Partial Selective Lockdown
- 9 Tips Bila Lansia Harus ke RS Kala Pandemi Corona
- 10 Cara Cegah Penularan Virus Corona
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri