
Geriatri.id — Kasus konfirmasi positif Corona atau Covid-19 bertambah setiap harinya. Per Rabu (25/3/2020), data Kementerian Kesehatan menyatakan total kasus positif Covid-19 mencapai 686 dan meninggal 55 orang.
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menhambat penyebaran ini, di antaranya melalui pembatasan sosial atau social ditancing. (Baca juga: Mengenal Social Distancing Wabah Corona)
Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin sehingga social distancing diangap dapat membatasi penyebaran virus.
Kementerian Kesehatan mengeluarkan 10 cara mencegah penularan penyakit ini:
COVID-19 memiliki gejala umum berupa demam ≥380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.
Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut.
Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19.
Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.
Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah. (ymr)
Foto ilustrasi Pixabay
Baca juga:
- Mengenal Social Distancing Wabah Corona
- Virus Corona, Lansia Sebaiknya Hindari Keramaian
- Waspada Wabah Virus Corona pada Lansia
- Pemerintah Umumkan Protokol Kesehatan Antisipasi Virus Corona Covid-19
- Studi Terbaru: Lansia Paling Berisiko Terkena Virus Corona Covid-19
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri