
GERIATRI.CO.ID - Seiring bertambahnya usia, tidak semua lanjut usia (lansia) membutuhkan pendamping dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Banyak lansia tetap mampu hidup mandiri dan aktif hingga usia lanjut. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat kehadiran pendamping atau caregiver menjadi penting untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan kualitas hidup mereka.
Memiliki pendamping bukan berarti seseorang sudah tidak mampu melakukan apa pun. Dalam banyak kasus, pendamping justru membantu lansia tetap mandiri dengan memberikan bantuan sesuai kebutuhan, misalnya mengingatkan minum obat, menemani kontrol ke dokter, atau membantu aktivitas yang berisiko seperti mandi dan berjalan di tangga.
Pendamping dapat berasal dari anggota keluarga, perawat profesional (home care), maupun pendamping harian.
Lantas, kapan seorang lansia mulai membutuhkan pendamping di rumah?
Sering Terjatuh atau Hampir Terjatuh
Jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera pada lansia. Risiko ini meningkat akibat penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, atau efek samping obat.
Jika lansia mulai sering kehilangan keseimbangan, berjalan tidak stabil, atau pernah mengalami jatuh, pendamping dapat membantu mencegah cedera yang lebih serius.
Kesulitan Melakukan Aktivitas Sehari-hari
Dokter biasanya menilai kemampuan lansia melalui Activities of Daily Living (ADL), yaitu kemampuan melakukan aktivitas dasar seperti:
Jika salah satu aktivitas tersebut mulai sulit dilakukan sendiri, bantuan pendamping mungkin diperlukan.
Selain itu, ada juga Instrumental Activities of Daily Living (IADL), seperti:
Kesulitan pada aktivitas-aktivitas ini sering menjadi tanda awal bahwa lansia membutuhkan dukungan tambahan.
Mulai Sering Lupa
Lupa meletakkan barang merupakan hal yang masih wajar. Namun, jika lansia mulai:
Kondisi tersebut perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan karena dapat berkaitan dengan gangguan kognitif atau demensia.
Pendamping berperan membantu menjaga keamanan sekaligus memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Memiliki Penyakit Kronis yang Kompleks
Lansia dengan beberapa penyakit sekaligus, seperti diabetes, hipertensi, gagal jantung, penyakit paru kronis, atau penyakit Parkinson, sering kali harus menjalani pengobatan yang kompleks.
Pendamping dapat membantu:
Setelah stroke, operasi, patah tulang, atau penyakit berat lainnya, lansia biasanya memerlukan masa pemulihan.
Pada periode ini, mereka mungkin belum mampu berjalan sendiri atau melakukan aktivitas harian secara mandiri sehingga membutuhkan bantuan sementara hingga kondisi membaik.
Tinggal Sendirian
Lansia yang tinggal sendiri memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan mendapatkan pertolongan ketika terjadi keadaan darurat, seperti jatuh, sesak napas, atau serangan jantung.
Bila tidak memungkinkan tinggal bersama keluarga, kunjungan rutin dari anggota keluarga atau penggunaan layanan home care dapat menjadi pilihan.
Mengalami Perubahan Emosi atau Menarik Diri
Pendamping tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan sosial dan emosional.
Lansia yang tampak murung, kehilangan minat beraktivitas, sering merasa kesepian, atau menarik diri dari lingkungan sebaiknya mendapatkan perhatian lebih. Kehadiran seseorang yang menemani berbicara atau beraktivitas bersama dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kebutuhan pendamping berbeda pada setiap lansia. Dokter atau tim geriatri biasanya akan melakukan penilaian geriatri komprehensif (Comprehensive Geriatric Assessment/CGA) untuk mengevaluasi kondisi fisik, fungsi sehari-hari, kemampuan berpikir, kesehatan mental, status gizi, penggunaan obat, serta kondisi sosial.
Hasil penilaian ini membantu menentukan apakah lansia membutuhkan bantuan sebagian, pendamping penuh, atau masih dapat hidup mandiri. (lia)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri