
GERIATRI.CO.ID – Bagi sejumlah penulis Indonesia, perjalanan hidup yang panjang justru menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ada yang menulis puisi, novel, cerita pendek, hingga autobiografi. Karya-karya mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga merekam sejarah, kebudayaan, pengalaman hidup, dan berbagai persoalan manusia.
Menariknya, menulis tidak mengenal batas usia tertentu. Sebagian penulis tetap berkarya ketika memasuki usia lanjut, sedangkan sebagian lainnya meninggalkan warisan tulisan yang terus dibaca hingga sekarang.
Berikut sepuluh penulis senior Indonesia yang kisah dan karyanya menarik untuk dikenal Sobat Geriatri.
1. dr. Muherman Harun: Menulis Autobiografi pada Usia 94 Tahun
Nama dr. Muherman Harun menarik perhatian setelah menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 4 April 2026. Ia tercatat sebagai penulis autobiografi pada usia tertua di Indonesia.
Autobiografinya yang berjudul Pendekar TBC mengisahkan perjalanan hidup dan pengabdiannya dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC). Buku setebal 313 halaman tersebut diterbitkan pada Januari 2026.
Kisah Muherman menjadi inspirasi bagi lansia yang ingin mengabadikan pengalaman hidupnya. Perjalanan panjang sebagai dokter, pengalaman menghadapi penyakit, serta pengabdiannya kepada masyarakat merupakan cerita yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
2. Taufiq Ismail: Penyair yang Terus Mewariskan Pemikiran
Taufiq Ismail merupakan salah satu penyair terkemuka Indonesia. Lahir pada 25 Juni 1935, ia dikenal melalui puisi-puisi yang mengangkat persoalan kemanusiaan, kehidupan sosial, dan kebangsaan.
Pada ulang tahunnya yang ke-90, Juni 2025, diluncurkan enam jilid buku yang menghimpun karya dan pemikirannya. Peristiwa tersebut menjadi penanda perjalanan panjangnya dalam dunia sastra Indonesia.
Kiprah Taufiq memperlihatkan bahwa karya seorang penulis dapat terus berkembang menjadi warisan intelektual. Bagi kita, kisahnya juga menjadi pengingat bahwa pengalaman dan pemikiran yang dikumpulkan selama puluhan tahun memiliki nilai untuk dibagikan.
3. Ajip Rosidi: Mengabadikan Sastra dan Kebudayaan
Ajip Rosidi merupakan sastrawan dan budayawan yang lahir di Jatiwangi, Jawa Barat, pada 31 Januari 1938. Selain menulis karya sastra, ia dikenal karena kontribusinya dalam dokumentasi, penerbitan, dan pengembangan kebudayaan Sunda.
Ajip wafat pada 29 Juli 2020. Namun, karya dan pengabdiannya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sastra Indonesia.
Kisahnya mengingatkan kita bahwa menulis dapat menjadi bentuk pengabdian yang melampaui usia. Tulisan yang dibuat hari ini bisa menjadi sumber pengetahuan bagi generasi yang bahkan belum lahir ketika karya tersebut diterbitkan.
4. Gerson Poyk: Menulis sebagai Bagian dari Kehidupan
Gerson Poyk merupakan sastrawan asal Nusa Tenggara Timur yang dikenal melalui novel, cerita pendek, dan tulisan jurnalistik. Karya-karyanya banyak menggambarkan kehidupan manusia serta realitas sosial.
Dalam sebuah profil yang diterbitkan pada 2009, Gerson digambarkan masih rutin menulis ketika berusia 78 tahun. Ia wafat pada 2017.
Perjalanan Gerson memberikan gambaran tentang menulis sebagai kegiatan yang dapat terus dilakukan ketika seseorang memasuki usia lanjut. Selama masih memiliki gagasan dan keinginan untuk bercerita, selalu ada kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna.
5. Toeti Heraty: Menghubungkan Sastra dan Pemikiran
Toeti Heraty lahir di Bandung pada 27 November 1933. Ia dikenal sebagai penyair, filsuf, dan akademisi yang berkontribusi terhadap perkembangan pemikiran serta sastra Indonesia.
Melalui karya-karyanya, Toeti menghadirkan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan manusia, kebudayaan, dan kedudukan perempuan dalam masyarakat.
Toeti wafat pada 13 Juni 2021, atau dalam usia 87 tahun. Pemikiran dan tulisannya tetap menjadi bagian dari khazanah intelektual Indonesia.
Kisahnya menunjukkan bahwa menulis bukan hanya soal merangkai kata, tetapi juga kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan mengajak pembaca melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
6. Sapardi Djoko Damono: Puisi yang Dekat dengan Kehidupan
Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu penyair Indonesia yang karya-karyanya dikenal luas. Ia lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940 dan dikenal melalui puisi yang menggunakan bahasa sederhana, tetapi memiliki kedalaman makna.
Selain menulis puisi, Sapardi juga menghasilkan cerita pendek, esai, dan terjemahan. Ia wafat pada 19 Juli 2020, tetapi karya-karyanya masih dibaca dan dibicarakan oleh berbagai generasi.
Sapardi menjadi contoh bagaimana sebuah tulisan tidak harus menggunakan bahasa yang rumit untuk menyentuh pembaca. Pengalaman sehari-hari dan perasaan manusia dapat menjadi sumber inspirasi bagi karya yang bertahan lama.
7. Nh. Dini: Mengabadikan Kehidupan melalui Cerita
Nh. Dini, yang memiliki nama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, lahir di Semarang pada 29 Februari 1936. Ia dikenal sebagai novelis yang banyak mengangkat kehidupan perempuan, keluarga, dan persoalan sosial.
Karya-karyanya menghadirkan pengalaman manusia melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia wafat pada 4 Desember 2018, tetapi karya-karyanya tetap menjadi bagian dari perjalanan sastra Indonesia.
Kisah Nh. Dini dapat menginspirasi lansia untuk tidak meremehkan pengalaman pribadi. Perjalanan hidup, pengalaman membesarkan keluarga, pekerjaan, persahabatan, dan perubahan zaman bisa menjadi bahan cerita yang berharga.
Buat Opa Oma Geriatri-ID, setiap orang memiliki cerita yang layak dikenang. Tidak perlu menunggu menjadi penulis terkenal untuk mulai menuliskannya. Sebab, pengalaman hidup yang dituangkan dalam tulisan dapat menjadi hadiah berharga bagi keluarga dan generasi berikutnya. (a2s)
***
Foto: Taufiq Ismail (Instagram.com/indonesiainistanbul)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri