Kebiasaan Terburuk yang Tanpa Sadar Bisa Merugikan Lansia


Tidur yang sering terganggu dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan aktivitas sehari-hari.

2026-10-10T14:37

GERIATRI.CO.ID – Menjadi lanjut usia (lansia) bukan berarti harus berhenti aktif dan bergantung kepada orang lain. Namun, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kemandirian pada usia lanjut.

1. Terlalu Lama Duduk

Menonton televisi atau duduk berjam-jam tanpa diselingi aktivitas dapat membuat lansia semakin jarang bergerak. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini berkontribusi terhadap penurunan kekuatan otot dan kebugaran. Berjalan kaki atau melakukan gerakan ringan sesuai kemampuan bisa menjadi langkah sederhana untuk mengatasinya.

2. Mengabaikan Keluhan Kesehatan

Pusing berulang, sesak napas, nyeri berkepanjangan, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas tidak boleh langsung dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

3. Mengubah Konsumsi Obat Sesuka Hati

Menghentikan obat karena merasa sudah sehat atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membuat penyakit tidak terkontrol. Jika muncul efek samping atau kesulitan mengonsumsi obat, lansia sebaiknya meminta saran tenaga kesehatan terlebih dahulu.

4. Sengaja Mengurangi Minum

Takut sering buang air kecil terkadang membuat lansia membatasi asupan cairan. Padahal, kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, lemas, dan pusing. Kebutuhan minum perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, terutama bagi lansia yang memiliki pembatasan cairan dari dokter.

5. Makan Tidak Teratur

Nafsu makan menurun, masalah gigi, atau kesulitan mengunyah dapat membuat kebutuhan gizi lansia tidak terpenuhi. Pilih makanan bergizi seimbang dengan tekstur yang sesuai kemampuan mengunyah dan menelan, serta hindari pantangan yang tidak memiliki alasan medis.

6. Mengabaikan Gangguan Tidur

Tidur yang sering terganggu dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan aktivitas sehari-hari. Jika lansia terus mengalami kesulitan tidur, mendengkur keras disertai jeda napas, atau mengantuk berlebihan pada siang hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

7. Menjauh dari Pergaulan

Jarang berinteraksi dengan orang lain dapat meningkatkan risiko kesepian dan isolasi sosial. Keluarga bisa mengajak lansia berbincang, berkunjung kepada teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau melakukan aktivitas yang mereka sukai agar tetap terhubung dengan lingkungan.

8. Membiarkan Rumah Tidak Aman

Lantai licin, kabel berserakan, karpet yang mudah bergeser, dan pencahayaan yang buruk dapat meningkatkan risiko jatuh. Menata rumah, memperbaiki pencahayaan, serta memasang pegangan di kamar mandi bila diperlukan merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan lansia.

9. Memaksakan Diri

Tetap aktif memang baik, tetapi memaksakan aktivitas di luar kemampuan tubuh dapat meningkatkan risiko kelelahan dan cedera. Pilih kegiatan sesuai kondisi fisik dan tingkatkan aktivitas secara bertahap. Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, atau pusing hebat, hentikan aktivitas dan segera cari pertolongan medis.

10. Menganggap Semua Perubahan sebagai Faktor Usia

Gangguan ingatan yang semakin berat, kebingungan, atau perubahan suasana hati yang mengganggu aktivitas tidak sebaiknya dianggap pasti sebagai akibat penuaan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan.

Mengubah Kebiasaan, Menjaga Kemandirian

Sobat Geriatri, menjaga kesehatan pada usia lanjut bisa dimulai dari langkah sederhana: lebih banyak bergerak sesuai kemampuan, makan dengan gizi seimbang, minum sesuai kebutuhan, tidur cukup, dan menjaga hubungan sosial.

Keluarga pun perlu mendampingi tanpa menghilangkan kebebasan lansia. Sebab, menjadi tua bukanlah masalah yang harus ditakuti. Yang penting adalah mengenali kebiasaan berisiko dan memperbaikinya agar lansia tetap sehat, aman, aktif, dan mandiri. (a2s)

***

Foto: Ilustrasi (AI)

terlalu lama duduk,makan tidak teratur,gangguan tidur,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Hari Kesehatan Mental Sedunia: Jangan Abaikan Kesehatan Jiwa Lansia

Menikmati Wisata dengan Aman dan Nyaman

Sekolah Lansia Itu Apa, Sih? Bukan Sekolah Biasa, Ini yang Dipelajari

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026