5 Negara yang Memudahkan Lansia Bepergian


Di sejumlah negara, transportasi umum dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas.

2026-10-11T09:08

GERIATRI.CO.ID — Bagi sebagian lansia, bepergian dengan transportasi umum bukan perkara sederhana. Tangga yang tinggi, halte yang jauh, kendaraan yang sulit dinaiki, hingga minimnya tempat duduk untuk beristirahat dapat menjadi hambatan.

Padahal, memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus kehilangan kebebasan untuk bepergian. Lansia tetap perlu mengunjungi keluarga, berbelanja, menghadiri kegiatan sosial, menikmati wisata, hingga memeriksakan kesehatan.

Di sejumlah negara, transportasi umum dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Fasilitas seperti lift, jalur landai, tempat duduk prioritas, dan informasi perjalanan yang jelas dapat membantu warga senior bepergian dengan lebih nyaman.


1. Jepang: Stasiun Modern yang Memperhatikan Aksesibilitas

Jepang memiliki jaringan kereta yang luas dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Di sejumlah stasiun, tersedia lift, eskalator, jalur pemandu bagi penyandang gangguan penglihatan, serta papan informasi untuk membantu penumpang menemukan arah.

Fasilitas tersebut membantu lansia yang kesulitan menaiki tangga atau berjalan jauh. Namun, stasiun yang padat dan jarak perpindahan antarlintasan tetap dapat menjadi tantangan.

Pelajaran bagi Indonesia adalah pentingnya menyediakan akses yang mudah dan aman, bukan hanya membangun jaringan transportasi yang modern.

2. Singapura: Tarif dan Akses yang Mendukung Mobilitas Lansia

Singapura mengembangkan jaringan bus dan kereta yang terintegrasi. Sejumlah fasilitas, seperti lift, akses tanpa anak tangga, dan informasi perjalanan yang teratur, membantu penumpang dengan kebutuhan mobilitas berbeda.

Negara ini juga menyediakan skema tarif konsesi bagi warga senior yang memenuhi persyaratan. Kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi biaya perjalanan bagi kelompok yang berhak menerimanya.

Bagi lansia, transportasi yang terjangkau dan mudah digunakan dapat membuka kesempatan untuk tetap aktif tanpa selalu bergantung pada anak atau anggota keluarga lainnya.

3. Swedia: Transportasi yang Lebih Inklusif

Swedia merupakan salah satu contoh negara yang dapat dipelajari dalam pengembangan aksesibilitas ruang publik. Upaya memudahkan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Bagi lansia, kemudahan mengakses halte, naik turun kendaraan, serta memahami informasi perjalanan sangat menentukan kenyamanan.

Transportasi yang inklusif juga membantu warga senior mempertahankan kehidupan sosialnya. Mereka dapat lebih leluasa menghadiri pertemuan komunitas, mengunjungi teman, atau menjalankan aktivitas sehari-hari.

4. Belanda: Banyak Pilihan untuk Bepergian

Belanda memiliki jaringan kereta, bus, dan trem yang melayani berbagai wilayah. Di sejumlah lokasi, fasilitas aksesibilitas disediakan untuk membantu penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

Negara ini juga dikenal dengan infrastruktur bersepedanya. Namun, bersepeda tentu tidak cocok untuk semua lansia, terutama mereka yang memiliki gangguan keseimbangan atau keterbatasan fisik.

Hal yang dapat dipelajari adalah pentingnya menyediakan berbagai pilihan transportasi. Lansia sebaiknya dapat memilih moda yang sesuai dengan kondisi kesehatan, kemampuan bergerak, dan tujuan perjalanan.

5. Jerman: Jaringan Transportasi untuk Berbagai Kebutuhan

Jerman mempunyai jaringan transportasi publik berupa kereta, trem, dan bus. Di sejumlah kota, fasilitas aksesibilitas terus dikembangkan untuk membantu penumpang yang membutuhkan kemudahan saat bepergian.

Bagi lansia, perjalanan yang nyaman tidak hanya bergantung pada kendaraan. Informasi rute yang mudah dipahami, akses menuju halte, serta bantuan ketika diperlukan juga memegang peranan penting.

Dengan dukungan tersebut, warga senior memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalankan aktivitas secara mandiri, tanpa selalu meminta keluarga mengantar mereka ke berbagai tempat. (a2s)

***

Foto: Stasiun Tanah Merah di Singapura (pexels.com)

transportasi lansia ,jalan-jalan lansia,berita lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

7 Penulis Senior Indonesia yang Menginspirasi di Usia Senja

Kebiasaan Terburuk yang Tanpa Sadar Bisa Merugikan Lansia

Hari Kesehatan Mental Sedunia: Jangan Abaikan Kesehatan Jiwa Lansia

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026