Menikmati Wisata dengan Aman dan Nyaman


Lansia mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk beristirahat, makan, atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

2026-10-10T09:14

GERIATRI.CO.ID – Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti menikmati perjalanan dan mengunjungi tempat-tempat baru. Bagi lanjut usia (lansia), berwisata bisa menjadi kesempatan untuk menyegarkan pikiran, mempererat hubungan dengan keluarga, sekaligus menikmati waktu luang dengan cara yang menyenangkan.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Kondisi fisik, daya tahan tubuh, kemampuan berjalan, hingga penyakit yang menyertai proses penuaan dapat memengaruhi kenyamanan lansia selama perjalanan. Karena itu, berwisata pada usia lanjut sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan.

1. Pilih Destinasi yang Ramah Lansia

Tempat wisata yang menarik belum tentu cocok untuk semua lansia. Sebelum menentukan tujuan, perhatikan kondisi medan, jarak berjalan kaki, ketersediaan tempat duduk, toilet, serta akses bagi pengguna tongkat atau kursi roda.

Taman yang rindang, kebun raya dengan jalur yang mudah dilalui, museum, desa wisata yang nyaman, atau tempat bersantai dengan pemandangan alam bisa menjadi pilihan. Sesuaikan destinasi dengan kemampuan fisik dan minat lansia, bukan semata-mata mengikuti keinginan anggota keluarga lainnya.

2. Jangan Memaksakan Jadwal Perjalanan

Perjalanan wisata tidak harus diisi banyak kegiatan dalam sehari. Lansia mungkin membutuhkan waktu lebih panjang untuk beristirahat, makan, atau berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Buat jadwal yang fleksibel dan sisipkan waktu istirahat. Jika tubuh mulai terasa lelah, tidak perlu memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan berwisata adalah menikmati pengalaman, bukan mengejar sebanyak mungkin tempat dalam waktu singkat.

3. Periksa Kondisi Kesehatan Sebelum Berangkat

Bagi lansia yang memiliki penyakit kronis, keterbatasan mobilitas, atau keluhan kesehatan tertentu, rencana perjalanan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika perjalanan cukup jauh atau aktivitasnya berat, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Obat-obatan rutin sebaiknya dibawa dalam jumlah yang cukup, disertai daftar obat dan informasi kesehatan penting jika diperlukan. Jangan lupa membawa alat bantu yang biasa digunakan, seperti tongkat, alat bantu dengar, atau kacamata.

4. Perhatikan Waktu dan Cuaca

Panas terik dapat membuat lansia lebih rentan mengalami dehidrasi dan kelelahan akibat panas. Sebisa mungkin, pilih waktu berwisata ketika cuaca lebih sejuk. Gunakan pakaian nyaman, lindungi diri dari paparan matahari, dan minum air secara teratur sesuai kebutuhan serta anjuran medis.

Jika cuaca terlalu panas, hujan deras, atau kondisi lingkungan tidak mendukung, jangan ragu mengubah rencana. Keselamatan tetap lebih penting daripada mempertahankan jadwal liburan.

5. Pastikan Transportasi dan Tempat Istirahat Memadai

Perjalanan yang panjang dan melelahkan dapat mengurangi kenyamanan lansia. Pilih kendaraan yang mudah dinaiki dan dituruni, dengan posisi duduk yang nyaman. Untuk perjalanan jauh, rencanakan pemberhentian agar lansia dapat ke toilet, melakukan peregangan ringan, atau sekadar beristirahat.

Saat tiba di lokasi, cari tahu apakah tersedia tempat duduk, jalur yang aman, dan fasilitas yang mudah diakses. Informasi ini sebaiknya dicari sebelum keberangkatan, bukan setelah lansia telanjur kelelahan.

6. Jangan Lupakan Makanan dan Kebutuhan Pribadi

Bawalah makanan ringan yang sesuai dengan kebutuhan lansia, terutama jika jadwal makan di perjalanan sulit dipastikan. Bagi yang memiliki diabetes, gangguan menelan, atau pantangan makanan tertentu, pilihan makanan perlu diperhatikan secara khusus.

Selain obat-obatan, siapkan air minum, tisu, pakaian ganti bila diperlukan, serta nomor kontak keluarga. Persiapan sederhana ini dapat membantu perjalanan berlangsung lebih nyaman.

7. Ajak Lansia Menentukan Tujuan Wisata

Satu hal yang sering terlupakan adalah melibatkan lansia dalam perencanaan. Tanyakan tempat yang ingin dikunjungi, kegiatan yang disukai, dan seberapa jauh mereka merasa nyaman untuk bepergian.

Jangan menganggap semua lansia memiliki kemampuan dan keinginan yang sama. Ada yang masih senang berjalan-jalan cukup jauh, sementara yang lain lebih menikmati duduk di taman atau makan bersama keluarga. Berikan kesempatan kepada lansia untuk menyampaikan pendapat dan menentukan ritme perjalanannya sendiri. (a2s)

***

Foto: Ilustrasi (chatgpt.com)

wisata,wisata lansia,jalan-jalan lansia,kuliner lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Kebiasaan Terburuk yang Tanpa Sadar Bisa Merugikan Lansia

Hari Kesehatan Mental Sedunia: Jangan Abaikan Kesehatan Jiwa Lansia

Sekolah Lansia Itu Apa, Sih? Bukan Sekolah Biasa, Ini yang Dipelajari

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026