Tetap Jaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona


Dunia masih terus berjuang mengatasi pandemi Virus Corona.

2020-03-22 09:15:59

geriatri.id - Dunia masih terus berjuang mengatasi pandemi Virus Corona. Wajar jika setiap hari atau bahkan setiap jam berseliweran informasi seputar Covid-19. 

Di satu sisi, banyaknya informasi menambah pengetahuan tentang Virus Corona mulai dari pencegahan, penyebaran hingga pengobatannya. Namun disisi lain, banyaknya informasi juga bisa memunculkan kekhawatiran dan kecemasan yang bisa mempengaruhi kesehatan mental. 

Departemen Kesehatan Mental dan Ketergantungan Zat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan saran untuk meningkatkan kesehatan mental dan psikososial selama menghadapi COVID-19. Apa saja yang bisa dilakukan? 

1. Membatasi informasi
Meski informasi seputar Virus Corona itu penting, WHO menyarankan membatasi menonton, membaca, dan mendengarkan berita. Misalnya mencari berita terbaru hanya satu atau dua kali sehari. 

Dengan membatasi informasi, Anda tidak semakin merasa cemas, gelisah dan khawatir. Pastikan Anda mendapatkan informasi dari sumber terpercaya, terutama terkait pencegahan Virus Corona. 

2. Membagikan informasi positif
Bagikan informasi positif terkait Virus Corona melalui media sosial atau grup Anda. Misalnya, informasi pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Corona dan kembali bersama keluarganya. Informasi positih akan menumbuhkan harapan dan semangat dalam menghadapi ancaman Corona. 

3. Mengapresiasi kerja tenaga medis
Berikan semangat jika ada anggota keluarga atau kerabat Anda yang menjadi tenaga medis. Ini akan menguatkan mental mereka dalam  menghadapi Corona. 

Jika Anda seorang tenaga medis, penting untuk  mengapresiasi diri sendiri. Tanamkan keyakinan bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik dalam menangani Corona. 

4. Dukungan emosional
WHO menyatakan kelompok lansia lebih rentan terinfeksi Virus Corona. Bagi lansia, isolasi mandiri untuk mencegah terinfeksi Corona bisa saja berdampak pada kesehatan mental mereka.

Misalnya, lansia penderita demensia akan menjadi lebih gampang marah, merasa cemas, stres, dan gelisah. Karena itu, dukungan keluarga terdekat dan orang-orang tersayang akan sangat membantu dalam menenangkan emosinya. 

Berikan informasi tentang cara meminimalisir risiko terinfeksi Corona dengan sejelas-jelasnya. Sampaikan dengan kalimat sederhana sehingga mudah dipahami. 

Untuk mengatasi kebosanan sekaligus menjaga kesehatan selama isolasi mandiri di rumah, Anda bisa mengajak lansia melakukan latihan fisik sederhana. Atau meminta lansia menekuni hobinya seperti menulis, melukis dan lain-lain. 

Batasi informasi tentang Corona agar lansia tidak semakin cemas dan gelisah. (rif)

Ilustrasi kelompok lansia (Pexels)

virus corona,lansia,tips lansia

ARTIKEL LAINNYA

Jamu dan Herbal Bukan Andalan Saat "Darurat"

Tips Mengontrol Kolesterol saat Hari Raya Kurban

Ini Tempat Wisata Gratis untuk Lansia di Jakarta

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026