Kasus COVID-19, WHO Minta Prioritaskan Pasien Lansia


Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau setiap negara untuk memprioritaskan para pasien lansia dalam penanganan kasus corona COVID-19.

2020-03-21 21:45:54

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau setiap negara untuk memprioritaskan para pasien lansia dalam penanganan kasus corona COVID-19. Hal tersebut ditekankan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam keterangannya dilaman resmi WHO di Jakarta.   

“Kami menyadari bahwa banyak negara yang kewalahan merawat kasus-kasus ini karena kapasitas fasilitas kesehatan yang terbatas. Namun, dalam kondisi seperti ini, negara harus memprioritaskan pasien yang lebih tua dan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih intensif,” paparnya.

Pasien-pasien yang dikonfirmasi positif harus diisolasi di fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan dan harus mendapatkan perawatan yang maksimal.  

Bahkan, kasus positif corona dengan gejala yang ringan pun harus tetap dilakukan isolasi. Namun, Tedros mengakui kapasitas pelayanan kesehatan mulai kewalahan karena jumlah pasien yang terus meningkat.

Tedros menyebut beberapa negara telah memperluas kapasitas layanan kesehatannya dengan menggunakan tempat-tempat lain untuk merawat kasus-kasus ringan, sementara kasus-kasus parah dan kritis dirawat di rumah sakit. Pilihan lainnya, pasien dengan gejala ringan untuk diisolasi dan dirawat di rumah.

Tedros menegaskan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan apabila seseorang terinfeksi COVID-19 mengisolasi diri di rumah karena berisiko menularkan pada anggota keluarga lain.

“Orang yang dirawat di rumah dan orang yang merawatnya harus menggunakan masker saat berada di ruangan yang sama. Tempat tidur dan kamar mandi orang yang terinfeksi juga harus terpisah.”

Kemudian, pastikan hanya satu orang yang merawat, yaitu orang yang dalam keadaan sehat dan tanpa memiliki penyakit penyerta. Orang yang merawat harus mencuci tangan setelah kontak dengan pasien.

Orang yang sudah tidak merasa sakit setelah menderita penyakit COVID-19 masih memungkinkan menginfeksi orang lain hingga dua minggu setelah gejala hilang.

“Orang yang terinfeksi COVID-19 masih dapat menginfeksi orang lain setelah mereka berhenti merasa sakit, sehingga tindakan ini harus dilanjutkan setidaknya dua minggu setelah gejala hilang,” kata Tedros. (hil)

Foto ilustrasi : freepik.com

geriatri,lansia,lanjutusia,usialanjut,corona,virus,viruscorona,coronacovid19,covid19

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026