Usia Senja Bukan Batasan, SSI Hadirkan Ruang untuk Terus Berkembang


Bagi dr. Ivanna, kebutuhan lansia tidak bisa dilihat hanya dari kondisi fisiknya. Manusia memiliki aspek biopsikososial yang saling berkaitan sehingga pendekatan untuk menjaga kesehatan di usia lanjut juga perlu lebih menyeluruh.

2026-11-04T07:00

Menjadi tua bukan berarti harus berhenti bergerak, berkarya, atau merawat diri. Justru, masa lanjut usia dapat menjadi kesempatan untuk terus mengeksplorasi minat, menjaga kebugaran, sekaligus membangun hubungan sosial dengan orang lain.

Keyakinan inilah yang mendorong dr. Ivanna Susanty mendirikan Senior Sehat Indonesia (SSI) pada 2024 di Bandung, Jawa Barat.

Bagi dr. Ivanna, kebutuhan lansia tidak bisa dilihat hanya dari kondisi fisiknya. Manusia memiliki aspek biopsikososial yang saling berkaitan sehingga pendekatan untuk menjaga kesehatan di usia lanjut juga perlu lebih menyeluruh.

Ia percaya bahwa setiap orang memiliki kebutuhan untuk tetap bergerak. Namun, tidak semua lansia memiliki kesempatan atau wadah yang sesuai untuk menyalurkan kebutuhan tersebut.

"Esensi manusia untuk bergerak itu ada. Tetapi, bergerak belum tentu semuanya bisa kalau belum ada wadah yang cukup variatif," ungkapnya.

Dari pemikiran tersebut, SSI tidak hanya menyediakan aktivitas olahraga, tetapi juga memasukkan unsur seni dan perawatan diri.

Menurut dr. Ivanna, kegiatan fisik saja belum tentu mampu memenuhi seluruh kebutuhan sosial dan psikologis lansia. Karena itu, seni menjadi bagian penting dalam program yang ditawarkan.

Sementara itu, perawatan diri dihadirkan untuk membantu lansia tetap merasa nyaman dengan penampilannya dan mempertahankan rasa percaya diri.

Ketertarikan dr. Ivanna terhadap dunia lansia tumbuh dari pengalaman sederhana, yakni mendengarkan cerita para senior.

Dari setiap percakapan, ia merasa selalu mendapatkan pelajaran dan kebijaksanaan hidup yang berharga.

Ketertarikan tersebut semakin berkembang ketika salah satu gurunya, saat ia bekerja di beberapa tempat sebelumnya, menawarkan kesempatan untuk membangun fasilitas bagi penyandang demensia.

Bagi dr. Ivanna, gagasan itu awalnya terasa seperti mimpi. Namun, kesempatan untuk belajar dan tersedianya tempat yang memungkinkan membuatnya berani mengambil langkah untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Pada 2024, Senior Sehat Indonesia akhirnya berdiri sebagai ruang yang dirancang untuk mendukung para lansia menjalani kehidupan yang lebih aktif dan bermakna.

Untuk memenuhi kebutuhan lansia yang beragam, Senior Sehat Indonesia membagi kegiatannya ke dalam tiga kelompok utama, yaitu aktivitas fisik, seni, dan perawatan diri.

Pada kelompok aktivitas fisik, tersedia berbagai pilihan seperti yoga, tai chi, panahan, gym, hingga berenang. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap aktif sekaligus memilih olahraga sesuai minat dan kemampuannya.

Sementara itu, kelompok seni menghadirkan kegiatan yang lebih ekspresif dan kreatif. Beberapa di antaranya adalah line dance, membuat keramik, journaling, hingga akting atau teater. Melalui kegiatan seni, lansia memiliki kesempatan untuk mencoba hal baru, mengekspresikan diri, dan berinteraksi dengan orang lain.

Adapun kelompok perawatan diri menyediakan layanan seperti creambath, hingga manicure, dan pedicure. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan serta kepercayaan diri lansia.

dr. Ivanna ingin para senior tetap bisa merawat diri, tampil rapi, dan merasa menjadi pribadi yang sesuai dengan keinginan mereka, meskipun usia terus bertambah.

Selain kelas kelompok, SSI juga menyediakan kelas privat bagi peserta yang membutuhkan pendampingan lebih personal. Tersedia pula pemeriksaan fungsional untuk membantu mengetahui kemampuan dan kondisi fungsional lansia.

Untuk mengikuti kegiatan, tersedia beberapa pilihan biaya, mulai dari membership, paket bulanan, paket per pertemuan, hingga pembayaran untuk setiap sesi.

Bagi dr. Ivanna, salah satu hal paling membahagiakan dalam menjalankan SSI adalah menyaksikan perkembangan para lansia setelah mengikuti berbagai kegiatan.

Ia mengaku memiliki banyak pengalaman berkesan karena menikmati proses mendampingi para senior. Setiap perkembangan, sekecil apa pun, menjadi kebahagiaan tersendiri.

Salah satu pengalaman yang membekas adalah ketika seorang lansia yang mengikuti kegiatan di SSI berhasil meraih medali emas dalam kompetisi tari internasional.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berkembang dan berprestasi tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia lanjut.

dr. Ivanna merasa bahagia karena kegiatan yang dihadirkan SSI dapat memberikan manfaat, bukan hanya bagi lansia yang mengikutinya, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar mereka.

Meski telah berjalan sejak 2024, memperkenalkan konsep Senior Sehat Indonesia bukan tanpa tantangan.

dr. Ivanna mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep yang diusung SSI. Tidak sedikit pula yang mengira bahwa SSI merupakan yayasan.

Padahal, SSI dibangun sebagai institusi geriatric wellness center dengan berbagai program aktivitas dan layanan bagi para senior.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan lansia yang lebih luas masih perlu terus dibangun. Lansia tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan ketika sakit, tetapi juga ruang untuk menjaga kebugaran, mengembangkan minat, bersosialisasi, dan merawat diri.

Ke depan, dr. Ivanna memiliki harapan untuk mengembangkan Senior Sehat Indonesia melalui pembentukan komunitas yang tidak selalu berpusat pada satu tempat atau non-center based community.

Ia ingin membangun komunitas berbasis minat atau interest-based community, sehingga para senior dapat terhubung melalui aktivitas dan ketertarikan yang sama.

Dengan pendekatan tersebut, lansia diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi, mengembangkan potensi, dan tetap terlibat dalam kehidupan sosial.

Bagi dr. Ivanna, bertambahnya usia tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba sesuatu yang baru. Lansia tetap memiliki kesempatan untuk bergerak, berkarya, belajar, bahkan meraih prestasi.

Melalui Senior Sehat Indonesia, ia ingin menghadirkan ruang yang mengingatkan bahwa kehidupan di usia senja tetap dapat diisi dengan berbagai pengalaman baru yang menyenangkan dan bermakna.

Lansia Indonesia,Geriatri,Olahraga,Senior Sehat,Komunitas

ARTIKEL LAINNYA

Perempuan Lansia Hadapi Tantangan Perlindungan, Mengapa Hidup Bermartabat Harus Dijamin?

Saat Dokter Senior Bernyanyi dan Bermusik untuk Amal

Resital Amal PAPDI JAYA: Ubah Alunan Musik dan Foto Dokter Jadi Aksi Kemanusiaan

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026