
GERIATRI.CO.ID — Pernahkah Oma dan Opa membayangkan seberapa keras suara klakson kendaraan di jalan raya atau suara pesawat terbang saat lepas landas? Suara pesawat jet saja bisa mencapai sekitar 120–130 desibel (dB)—suara yang sudah cukup untuk membuat telinga kita merasa nyeri jika didengar tanpa pelindung.
Namun, tahukah Oma dan Opa bahwa di alam liar terdapat deretan hewan yang memiliki suara jauh lebih keras dibandingkan mesin ciptaan manusia? Bahkan, saking kerasnya, gelombang suara beberapa hewan ini bisa membahayakan indra pendengaran manusia jika didengar dari jarak dekat!
Mari kita simak bersama 5 hewan dengan suara terkeras di bumi berikut ini:
1. Paus Sperma (Sperm Whale) – 230 Desibel
Di posisi puncak hewan bersuara terkeras di planet bumi adalah Paus Sperma. Mamalia laut raksasa ini sanggup menghasilkan suara klik hingga 230 desibel (dB) di bawah air.
Sebagai perbandingan, suara di atas 85 dB yang didengar secara terus-menerus sudah dapat berisiko merusak pendengaran manusia. Suara paus sperma digunakan sebagai ekolokasi (alatan navigasi dan melacak mangsa) di kedalaman lautan. Saking dahsyatnya, getaran suara ini kononisasi bisa terasa seperti getaran fisik jika ada penyelam yang berada terlalu dekat!
2. Udang Pistol (Pistol Shrimp) – 200 Desibel
Jangan menilai kekuatan hanya dari bentuk fisiknya, Oma dan Opa. Udang berukuran mungil yang tingginya hanya beberapa sentimeter ini ternyata menduduki peringkat kedua!
Udang Pistol tidak menggunakan pita suara, melainkan capit khususnya. Ketika meletupkan capitnya dengan kecepatan tinggi, terbentuklah gelembung udara yang meledak dan menghasilkan gelombang kejutan bersuara hingga 200 desibel. Letupan ini gunanya untuk mengejutkan atau membunuh mangsanya secara instan.
3. Paus Biru (Blue Whale) – 188 Desibel
Sebagai makhluk hidup terbesar yang pernah ada di muka bumi, Paus Biru juga dibekali suara panggilan yang sangat dahsyat. Panggilan nada rendah dari Paus Biru mampu mencapai kekerasan hingga 188 desibel.
Istimewanya, gelombang suara frekuensi rendah (infrasound) yang dihasilkan Paus Biru ini dapat merambat melintasi lautan hingga jarak ratusan bahkan ribuan kilometer untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
4. Monyet Howler (Howler Monkey) – 140 Desibel
Jika tiga hewan sebelumnya berada di lautan, hewan bersuara terkeras di daratan jatuh kepada Monyet Howler. Primata yang banyak ditemukan di hutan Amerika Selatan ini memiliki struktur tulang hioid di tenggorokannya yang membesar, berfungsi layaknya pengeras suara alami.
Lolongan monyet ini bisa mencapai 140 desibel dan dapat terdengar dengan jelas hingga jarak 5 kilometer di dalam hutan yang lebat. Suara keras ini mereka gunakan untuk menandai wilayah kekuasaan agar tidak terjadi perkelahian fisik antar-kelompok.
5. Burung Kakapo – 132 Desibel
Hewan kelima adalah burung beo langka asal Selandia Baru yang tidak bisa terbang, yaitu Burung Kakapo. Saat musim kawin tiba, Kakapo jantan akan membuat kantong udara di dadanya membesar dan memancarkan suara dentuman (booming sound) berfrekuensi rendah sekeras 132 desibel.
Suara ini dapat bergema hingga jarak 5 kilometer untuk memanggil para betina. Hebatnya lagi, burung Kakapo jantan bisa memanggil terus-menerus selama 8 jam setiap malamnya.
Pesan Sehat Geriatri: Bijak Merawat Indra Pendengaran di Usia Senior
1. Hindari Paparan Bising Berlebih: Jika berada di lingkungan yang bising (seperti acara pesta, proyek konstruksi, atau dekat pengeras suara), gunakan pelindung telinga atau bergeserlah ke tempat yang lebih tenang.
2. Atur Volume Perangkat Suara: Saat mendengarkan musik, radio, atau menonton televisi, pastikan volumenya pada batas aman dan nyaman (tidak melebihi 60% dari volume maksimal).
3. Jangan Membersihkan Telinga dengan Benda Tajam/Kapas (Cotton Bud) Terlalu Dalam: Hal ini berisiko mendorong kotoran telinga makin masuk ke dalam atau merusak gendang telinga.
4. Pemeriksaan Rutin ke Dokter THT: Lakukan pemeriksaan fungsi pendengaran secara berkala, terutama jika Oma dan Opa mulai sering meminta lawan bicara mengulang kata-kata atau sering menaikkan volume TV secara tidak sadar.
Semoga artikel ini bermanfaat ya. (a2s)
***
Foto: Tiga dari lima hewan terkeras adanya di laut, lho. (pexels.com)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri