
GERIATRI.CO.ID - Bagi lansia, kamar mandi bisa menjadi salah satu area paling berisiko di dalam rumah. Lantai yang basah, perubahan posisi dari duduk ke berdiri, hingga pencahayaan yang kurang dapat membuat lansia kehilangan keseimbangan.
Jatuh pada usia lanjut bukan perkara sepele. Cedera akibat jatuh dapat menyebabkan patah tulang, rawat inap, bahkan membuat lansia kehilangan kemandirian. Karena itu, membuat kamar mandi lebih aman merupakan bagian penting dari pencegahan jatuh.
CDC dan National Institute on Aging (NIA) merekomendasikan sejumlah modifikasi rumah, termasuk memasang pegangan di kamar mandi, menggunakan permukaan antiselip, dan memastikan pencahayaan cukup.
Lantas, alat apa saja yang bisa dipertimbangkan?
1. Pegangan kamar mandi
Pegangan yang kokoh dapat membantu lansia saat masuk dan keluar dari area mandi maupun ketika bangkit dari toilet. CDC secara khusus merekomendasikan pemasangan grab bar di dekat toilet serta di dalam dan luar area bak atau pancuran.
Namun, jangan asal memasang pegangan. Grab bar harus terpasang kuat pada struktur yang mampu menopang beban. Pegangan yang hanya ditempel pada permukaan yang tidak kokoh justru dapat membahayakan ketika digunakan untuk menopang tubuh.
2. Keset atau permukaan antiselip
NIA merekomendasikan penggunaan keset, strip, atau permukaan antiselip pada area yang mudah basah. CDC juga memasukkan matras karet antiselip atau self-stick strips sebagai bagian dari pemeriksaan keselamatan kamar mandi.
Yang perlu diperhatikan, keset sebaiknya tidak mudah bergeser. Keset yang justru ikut meluncur ketika diinjak dapat menjadi sumber masalah baru.
3. Kursi mandi
Lansia yang mudah lelah atau memiliki masalah keseimbangan mungkin tidak aman jika harus berdiri lama ketika mandi.
Kursi mandi dapat membantu lansia melakukan aktivitas mandi dalam posisi duduk. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan lansia dan kondisi kamar mandi.
Jika lansia membutuhkan bantuan saat berpindah dari berdiri ke duduk atau sebaliknya, penilaian oleh tenaga kesehatan atau fisioterapis dapat membantu menentukan alat yang sesuai.
4. Raised toilet seat
Toilet yang terlalu rendah dapat membuat lansia kesulitan ketika duduk dan berdiri.
Raised toilet seat dapat membuat posisi duduk lebih tinggi sehingga proses berdiri menjadi lebih mudah bagi sebagian lansia.
CDC memasukkan raised toilet seat sebagai salah satu contoh modifikasi rumah dalam intervensi pencegahan jatuh bagi lansia yang mengalami kesulitan berpindah dengan aman ke toilet atau bak mandi.
5. Lampu malam atau lampu sensor gerak
Risiko jatuh tidak hanya terjadi ketika lansia mandi. Pergi ke kamar mandi pada malam hari juga dapat menjadi momen berbahaya, terutama ketika ruangan gelap.
NIA merekomendasikan pencahayaan yang baik dan menyebut lampu dengan sensor gerak sebagai salah satu pilihan untuk membantu menerangi jalur ketika seseorang berjalan.
Lampu malam di jalur menuju kamar mandi juga dapat membantu lansia melihat langkahnya dengan lebih jelas.
6. Hand shower
Hand shower memungkinkan lansia mengarahkan aliran air tanpa harus banyak bergerak atau memutar tubuh.
Alat ini dapat menjadi pilihan terutama bagi lansia yang mandi dalam posisi duduk. Namun, pemasangannya perlu mempertimbangkan posisi selang agar tidak menjadi benda yang menghalangi jalur atau membuat lansia tersandung.
7. Bel atau tombol darurat
Untuk lansia yang tinggal sendiri atau memiliki risiko jatuh tinggi, alat panggil darurat dapat memberikan lapisan keamanan tambahan.
Jika terjadi jatuh atau kondisi mendadak di kamar mandi, lansia dapat meminta bantuan tanpa harus berusaha berjalan keluar dalam keadaan tidak stabil.
Alat ini bukan pengganti pendampingan, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem keselamatan rumah.
8. Pegangan tambahan di dekat pintu atau jalur keluar
Risiko jatuh tidak berhenti ketika aktivitas mandi selesai. Lansia masih perlu berdiri, mengeringkan tubuh, mengenakan pakaian, dan keluar dari kamar mandi.
Pegangan tambahan di lokasi yang tepat dapat membantu memberikan dukungan saat berpindah posisi.
Namun, pemasangan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan lansia dan tata letak kamar mandi. Jangan sampai pegangan, rak, atau peralatan lain justru mempersempit jalur berjalan.
Kamar mandi yang aman bukan berarti harus penuh dengan alat. Yang lebih penting adalah memilih perlengkapan berdasarkan kondisi dan kebutuhan lansia. (lia)
***
Foto: Alas kaki alias keset yang dapat antiselip di lantai basah. (pexels.com)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri