
Oleh Setyo Nugroho
GERIATRI.CO.ID - Pagi belum sepenuhnya ramai ketika Ibu Koestijah Darti Koestiwi memulai harinya. Di usia 93 tahun, ia masih menjalani rutinitas yang bagi sebagian orang mungkin tampak sederhana: beribadah, mengerjakan pekerjaan rumah, dan berbincang dengan orang-orang di sekitarnya.
Namun, justru dari kesederhanaan itulah kisahnya menjadi istimewa.
Memasuki usia 90 tahun ke atas sering kali dianggap sebagai masa ketika seseorang mulai sepenuhnya bergantung kepada orang lain. Ibu Koestijah menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak selalu benar. Ia masih berusaha menjalani kehidupan sehari-hari secara aktif, sesuai dengan kemampuan fisiknya.
Ibu Koestijah adalah ibu dari 10 orang anak. Perjalanan panjang sebagai seorang ibu, anggota keluarga, dan bagian dari lingkungan sosial telah membentuk kehidupan yang penuh pengalaman. Kini, di usia senja, ia tetap mempertahankan berbagai aktivitas yang membuat hari-harinya terasa berarti.
Usia 93 tahun memang menandakan perjalanan hidup yang panjang. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana seseorang menjalani tahun-tahun tersebut. Apakah ia masih dapat melakukan aktivitas yang disukai? Apakah ia tetap merasa memiliki peran? Apakah ia masih terhubung dengan keluarga dan lingkungan?
Salah satu hal yang menarik dari kehidupan Ibu Koestijah adalah kemampuannya untuk tetap melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Ia masih menjalankan pekerjaan rumah sesuai dengan kemampuannya. Bagi orang lain, kegiatan tersebut mungkin terlihat biasa. Namun bagi seorang lansia, aktivitas sederhana seperti merapikan rumah atau melakukan pekerjaan ringan memiliki arti yang jauh lebih besar.
Kegiatan itu membantu tubuh tetap bergerak. Lebih dari itu, aktivitas sehari-hari juga menumbuhkan rasa mandiri, berguna, dan tetap memiliki peran di dalam keluarga.
Bagi lansia, pekerjaan rumah bukan semata-mata tugas yang harus diselesaikan. Ia dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan fungsi tubuh dan kemampuan hidup mandiri.
Tentu, aktivitas harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Pekerjaan berat tidak perlu dipaksakan. Yang terpenting adalah tetap bergerak melalui kegiatan yang aman, ringan, dan sesuai kemampuan.
Ibadah sebagai Sumber Ketenangan
Di antara rutinitasnya, ibadah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan Ibu Koestijah. Rutinitas beribadah memberi struktur pada hari-hari yang dijalani, menjadi ruang untuk bersyukur, dan menghadirkan kesempatan untuk menenangkan batin.
Bagi seseorang yang telah melewati perjalanan hidup panjang, ibadah juga dapat menjadi cara untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Di tengah perubahan tubuh dan bertambahnya usia, ketenangan batin menjadi bekal penting. Ibadah membantu menghadirkan rasa teratur dan kedekatan dengan nilai-nilai yang diyakini.
Kehangatan dari Hubungan Sosial
Selain tetap aktif secara fisik dan spiritual, Ibu Koestijah juga masih bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Berbincang dengan tetangga, menerima kunjungan keluarga, mengikuti kegiatan lingkungan, atau sekadar menyapa orang lain dapat menghadirkan rasa memiliki.
Bagi lansia, percakapan singkat pun bisa menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Kehadiran orang-orang di sekitar memberi kehangatan sekaligus membantu mengurangi risiko keterasingan sosial.
Perjalanan Panjang sebagai Ibu dari 10 Anak
Kisah Ibu Koestijah tentu tidak dapat dipisahkan dari perannya sebagai ibu. Membesarkan 10 anak merupakan perjalanan panjang yang penuh warna. Ada tantangan, pengorbanan, tanggung jawab, dan kebahagiaan yang menyertai setiap tahapnya. Kini, ketika anak-anak telah tumbuh dewasa, keluarga besar menjadi bagian penting dalam kehidupan beliau.
Selama kondisi fisiknya memungkinkan, seorang lansia sebaiknya tetap diberi kesempatan untuk melakukan hal-hal yang masih mampu ia kerjakan sendiri. Bantuan diperlukan ketika dibutuhkan, tetapi ruang untuk mandiri juga harus tetap dijaga.
Di situlah dukungan keluarga menemukan bentuk terbaiknya: hadir, memperhatikan, dan membantu tanpa menghilangkan kemandirian.
Panjang Umur Tidak Hanya Ditentukan oleh Makanan
Kisah Ibu Koestijah juga mengingatkan bahwa kesehatan pada usia lanjut merupakan hasil dari banyak faktor. Pola makan memang penting. Namun, kesehatan lansia turut dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kualitas tidur, kesehatan mental, hubungan sosial, kegiatan sehari-hari, kondisi lingkungan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.
Tidak semua orang berusia 93 tahun akan memiliki kondisi yang sama. Setiap orang memiliki perjalanan kesehatan, riwayat penyakit, kemampuan fisik, dan dukungan keluarga yang berbeda.
Karena itu, kisah Ibu Koestijah bukanlah standar yang harus dicapai semua lansia. Kisah ini lebih tepat dipandang sebagai contoh bahwa selama kondisi memungkinkan, usia lanjut tetap dapat dijalani secara aktif dan bermakna.
Pelajaran dari Usia 93 Tahun
Kisah Ibu Koestijah bukan hanya cerita tentang panjang umur. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang kemandirian, keluarga, aktivitas, spiritualitas, dan hubungan sosial.
Di tengah masyarakat yang kerap memandang lansia sebagai kelompok yang lemah dan selalu membutuhkan bantuan, Ibu Koestijah menunjukkan sisi lain dari proses menua. Ia memperlihatkan bahwa seseorang tetap dapat memiliki peran, pilihan, dan ruang untuk menjalani kehidupan meski usia telah jauh bertambah.
Tubuh mungkin tidak lagi sekuat ketika muda. Langkah mungkin menjadi lebih pelan. Namun, semangat untuk tetap terhubung dengan kehidupan dapat terus dipelihara.
Karena pada akhirnya, menjadi tua bukan sekadar tentang bertambahnya angka usia. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap tahun yang diberikan dapat dijalani dengan sehat, aktif, mandiri, dan bermakna.
***
*Penulis adalah anak bungsu dari 10 bersaudara itu.
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri