
GERIATRI.CO.ID - Tinggi badan sering kali menjadi hal pertama yang dilihat orang ketika menilai penampilan fisik. Namun, dalam catatan sejarah medis dunia, ada dua sosok yang membuktikan bahwa keterbatasan maupun keunikan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Mereka adalah Chandra Bahadur Dangi dan Robert Wadlow—dua manusia dengan rekor tinggi badan paling ekstrem di bumi.
Chandra Bahadur Dangi: Manusia Terpendek yang Jelajahi Dunia
Lahir di Nepal pada tahun 1939, Chandra Bahadur Dangi mencatatkan namanya di Guinness World Records sebagai pria dewasa terpendek dalam sejarah yang terdokumentasi secara medis, dengan tinggi badan hanya 54,6 cm.
Sebagian besar hidupnya dihabiskan di sebuah desa terpencil di Nepal dengan kesederhanaan. Namun, setelah pengakuan resmi media internasional pada tahun 2012 di usianya yang ke-72 tahun, kehidupan Dangi berubah pesat. Di usia senjanya, beliau mendapat kesempatan menjelajahi berbagai negara, bertemu banyak orang baru, dan membawa kebanggaan bagi tanah airnya.
Dangi membuktikan bahwa usia lanjut dan keterbatasan fisik bukanlah batasan untuk terus aktif dan membuka diri terhadap pengalaman baru. Beliau wafat di usia 75 tahun, atau menutup kehidupannya dalam usia yang sudah termasuk "sepuh".
Robert Wadlow: Sang Raksasa Lembut dari Illinois
Robert Wadlow asal Amerika Serikat memegang rekor sebagai manusia tertinggi dalam sejarah medis yang terbukti. Lahir pada tahun 1918, Wadlow memiliki tinggi badan mencapai 272 cm, akibat kondisi hiperplasia pada kelenjar pituitari yang menyebabkan hormon pertumbuhannya tidak terkontrol.
Dikenal dengan julukan "Alton Giant" atau "Gentle Giant", Wadlow terkenal karena pembawaannya yang sangat ramah, tenang, dan penuh kesopanan. Ia harus menghadapi tantangan fisik berat sepanjang hidupnya, seperti kebutuhan sepatu khusus dan penyangga kaki untuk berjalan.
Sayangnya, Wadlow meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, yakni 22 tahun pada tahun 1940. Meski singkat, kehadirannya meninggalkan kesan mendalam sebagai pribadi yang hangat dan pekerja keras.
Kisah Dangi dan Wadlow memberikan gambaran nyata bahwa keunikan fisik adalah bagian dari keanekaragaman manusia. Setiap individu dilahirkan dengan kondisi tubuh yang berbeda-beda. Sikap saling menghargai dan mendukung satu sama lain adalah kunci menciptakan lingkungan yang ramah bagi siapapun, termasuk lansia dan penyandang keterbatasan fisik. (a2s)
***
Foto: Inilah manusia tertinggi dan terpendek di dunia: Robert Wadlow dan Chandra Bahadur Dangi.
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri