Nutrisi untuk Melawan Virus Corona


Wabah virus corona COVID-19 semakin merebak di berbagai negara di belahan dunia. Perlu berbagai upaya dilakukan untuk melawan infeksi ini. Salah satunya, dengan memerhatikan asupan gizi sehari-hari.

2020-03-19 13:11:42

Oleh : dr. Steffi Sonia, M.Gizi, Sp.GK dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM

Wabah virus corona COVID-19 semakin merebak di berbagai negara di belahan dunia. Perlu berbagai upaya dilakukan untuk melawan infeksi ini. Salah satunya, dengan memerhatikan asupan gizi sehari-hari.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kerentanan terhadap infeksi virus, di antaranya: genetik (faktor keturunan), daya tahan tubuh, usia dan kesehatan secara umum

Kurang gizi menyebabkan pertahanan tubuh lemah mudah infeksi. Selain itu, indeks massa tubuh yang tinggi (kelebihan berat badan atau kegemukan peradangan berlebihan) rentan infeki seperti influenza dan lebih berisiko komplikasi sehingga penyakit lebih parah.

Dalam upaya pencegahan COVID-19, diperlukan pertahanan tubuh yang optimal.

Dari segi gizi, setiap orang direkomendasikan untuk :

- Memiliki indeks massa tubuh yang normal

- Konsumsi aneka ragam makanan, sesuai dengan pedoman gizi seimbang

- Hindari konsumsi suplemen secara berlebihan

- Pada beberapa kasus, mungkin diperlukan terapi atau suplemen khusus, konsultasi dengan  dokter

Ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia  dapat menjadi pembawa 2019-nCoV karena itu harus dimasak matang.

 

Nah, berikut ini vitamin dan mineral serta bahan pangan yang perlu dikonsumsi:

 

Sumber Vitamin A (AKG dewasa: 600-650 mcg)

Per 100 gram

Minyak ikan–24.242 mcg

Hati ayam–4.957 mcg

Mentega–1.000 mcg

Kuning telur–606 mcg

Cabai merah–486 mcg

Wortel–333 mcg

Bayam–273,5 mcg

Kangkung–197,5 mcg

Labu kuning–131 mcg

 

Catatan: suplementasi vit A kadang dapat meningkatkan keparahan pneumonia. Perlu hati-hati dalam pemberian suplemen vitA selama infeksi akti

 

Sumber Vitamin B6 (AKGdewasa: 1,3-1,7 mg)

Per 100 gram:

Ikan tuna –0,933 mg

Hati ayam–0,755 mg

Salmon –0,611 mg

Dada ayam tanpa kulit–0,513 mg

Pisang–0,367 mg

Kentang–0,269 mg

Daging sapi–0,268 mg

Nasi dari beras coklat–0,122 mg

 

Sumber Vitamin B12 (AKG dewasa: 4 mcg)

•Banyak di makanan hewani

•Per 100 gram makanan:

-Nori–76mcg

-Kerang–20,22mcg

-Hati ayam–16,71mcg

-Ikan makarel/kembung–7,56mcg

-Salmon –4,44 mcg

-Daging sapi–2,6mcg

-Tuna –2,55 mcg

-Kuning telur–1,87mcg

-Susu sapi–0,45 mcg

-Tempe –0,14 mcg

 

Sumber Folat (AKG dewasa: 400 mcg)

•Per 100 gram makanan:

-Hati ayam–573 mcg

-Bayam–145 mcg

-Kacang tanah–120 mcg

-Brokoli–107 mcg

-Jeruk–30 mcg

-Tahu–27 mcg

-Stroberi–24 mcg

-Tempe –21 mcg

 

Sumber Vitamin C (AKG dewasa: 75-90 mg)

•Per 100 gram makanan:

-Kiwi –92,7 mg

-Jambu biji-87 mg

-Cabai hijau–84 mg

-Pepaya–78 mg

-Brokoli–64,5 mg

-Stroberi–58,8 mg

-Lemon –50 mg

-Jeruk manis–49 mg

 

Sumber Vitamin D (AKGdewasa: 15-20 mcg)

•Per 100 gram makanan:

-Ikan makarel/kembung–16,8 mcg

-Salmon –13,7 mcg

-Kuning telur–6,1 mcg

-Ikan sarden–4,8 mcg

-Susu sapi–1,3 mcg

-Tuna –1,2 mcg

 

Sumber Vitamin E (AKG dewasa: 15-20 mg)

•Per 100 gram makanan:

-Minyak bunga matahari–51 mg

-Kuaci bunga matahari –26,1 mg

-Almond –25,97 mg

-Minyak jagung–21 mg

-Minyak kacang kedelai–18 mg

-Minyak kanola–17,46 mg

-Minyak kelapa sawit –15,94 mg

-Margarin–15 mg

-Minyak zaitun–14,35 mg

-Minyak kacang tanah–13 mg

 

Sumber Selenium (AKG dewasa: 24-30 mcg)

•Sangat tergantung kadar di tanah

•Terdapat pada nasi, jeroan, daging, dan susu

 

Sumber Seng (AKG dewasa: 8-11 mg)

•Per 100 gram makanan:

-Tiram–78,26 mg

-Kepiting–3,79 mg

-Daging sapi–5,2 mg

-Hati ayam–3,95 mg

-Keju–2,8-3,2 mg

-Kuning telur–2,5 mg

 

Sumber Tembaga (AKG dewasa: 0,9 mg)

•Per 100 gram makanan:

-Tiram–4,4 mg

-Cokelat–3,79 mg

-Lobster –1,94 mg

-Kacang dan biji-bijian–1,1-2,22 mg

-Hati ayam–0,84 mg

 

Sumber Besi (AKG dewasa: laki-laki 9 mg, perempuan 8-18 mg)

•Per 100 gram makanan:

-Hati ayam–15,8 mg

-Kerang–15,6 mg

-Tiram–8,26 mg

-Bayam–5,7 mg

-Tempe –4,9 mg

-Kangkung–4,4 mg

-Tahu–4,1 mg

-Daging sapi–2,8 mg

 

Catatan: Besi dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Kondisi kelebihan besi meningkatkan risiko dan keparahan infeksi

 

Sumber EPA dan DHA

•Per 100 gram makanan:

-Ikan makarel/kembung–0,94 g dan1,522 g

-Sarden–0,473 g dan0,509 g

-Salmon –0,229 g dan0,419 g

-Tiram–0,352 g dan0,271 g

•Minyak ikan

 

Catatan: konsumsi EPA dan DHA secara berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh

(hil)

Foto ilustrasi: freepik.com

 

geriatri,lansia,lanjutusia,usialanjut,corona,virus,covid19

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026