Catatan Senior Pasca Gathering 3 di Solo


Sebuah gagasan yang baik adalah kita berembug mengadakan Gathering 3 di Solo tanggal 5 dan 6 September 2026.

2026-09-10T16:00

Oleh Oma Elisa Mojowarni

‎GERIATRI.CO.ID - Saya kenal dengan komunitas ini sekitar tahun 2020 saat pandemi. Yang meng-invite saya waktu itu Mbak Dewi, salah satu tim Geriatri. ‎Lalu saya mengenal Mas Andi dan lain-lain, yang waktu itu jumlah anggota komunitas bertambah jadi sekitar 40-an.

‎Kami berkenalan, "say hello" lewat whatsApp. Lalu saling berbagi pengalaman hidup, serasa semakin akrab mungkin karena usia yang sebaya.

‎Obrolan-obrolan terus berlanjut dan tiba-tiba saatnya berembug untuk mengadakan kopdar (gathering). Tidak ada pengurus dalam komunitas ini.

‎Kopdar pertama diadakan di Yogyakarta di tahun 2023. Saya dan Oma Ryryn survei ke beberapa tempat,  sampai akhirnya dapat di daerah Kaliurang. Pertemuan perdana itu sangat berkesan. Wah, seru sekali!!!

‎Oh iya, kita kehilangan Opa Endro karena beberapa bulan setelah acara gathering beliau dipanggil Yang Maha Pencipta. 
‎     
‎Balik lagi. Ada kerinduan untuk bertemu lagi, anggota komunitas semakin banyak. Kita evaluasi, Gathering 1 menuju Gathering 2. ‎Kita membentuk whatsApp grup panitia. Ketuanya Opa Johny dan bendaharanya Oma Dwi. Dan ditambah Oma-Opa yang tanpa pamrih memikirkan kesuksesan Gathering 2 di Bogor.

‎Gathering kali itu di Bogor lebih baik dan terarah. Kami juga dapat sponsor dan peserta lebih banyak yang hadir. Sukses. Alhamdulillah.
‎       
‎Tidak terasa, kekangenan untuk berkumpul selalu membuat kita memikirkan gathering berikutnya. Sebuah gagasan yang baik adalah kita berembug mengadakan Gathering 3 di Solo tanggal 5 dan 6 September 2026. Dan lagi-lagi kita membuat wag panitia gathering, plus Oma Lola yang mengatur kegiatan gathering, mulai dari hotel, acara, tour Solo City dan lain-lain.

‎Alhamdulillah,  belakangan Opa Johny mendapatkan sponsor sehingga kita bisa mendapatkan dana meeting packet, sebesar Rp 100 ribu untuk goodie bag.

‎Sementara itu, goodie bag yang disiapkan dari dana peserta sangat bagus. Ada topi, batik, paket wedang wuluh, dan makanan khas Solo. ‎Opa Isman memberikan hadiah untuk semua peserta, dan door prize sehingga Oma Opa mendapat hadiah-hadiah menarik, dan ada tukar kado juga.

‎Acara dimulai tepat jam 10, diawali dengan berdoa oleh Oma Yusri dan Oma Dwi sebagai MC. Setelah ada "pengantar" dari pihak sponsor, sejak itu "acara milik kita". Ada lagu-lagu mulai "Semangat Lansia", "Solo Balapan", sampai "Kopi Dangdut" ramai disemarakkan oleh kami beramai-ramai. 

‎Untuk menyebut beberapa nama, saya mengucapkan terima kasih ya buat Oma Erni, Oma Yayah, Oma Nanay, Oma Wiedha, Opa Marcel, Opa Andi, Oma Ryryn dan yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu. Yang jelas, yang hadir berasal dari Semarang, Yogya, Klaten, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Karawang, Bandung, Jakarta, Bangka, Aceh, dan tuan rumah Solo.

‎Dan acara juga "ditutup" dengan diskusi menarik dari Opa Johny, selain kami juga melakukan cek kesehatan ukur tensi dan GDS gratis.  Acara selesai jam 14.30 dengan angan-angan Gathering ke-4 di Pulau Bangka. Amin.

‎Setelah istirahat sejenak sholat maghrib dan isya, kelompok hiburan malam dibagi menjadi dua: kelompok nonton wayang orang dan kelompok wedahangan di Srawung Omah Kopi. Saya ada di grup dia dan berkaraoke lagi sampai jam 10 malam 
‎ 
‎Minggu pagi tanggal 6 September jam 06.30, kita breakfast di hotel persiapan healing kota Solo. Yang menjadi kejutan adalah kita disewakan boogie car sebanyak empat mobil, dan dikawal dari Dishub. ‎Keliling kota selama 2 jam, mampir ke Pasar Gede, menyebar masing-masing cari kesukaan makanan, termasuk dawet yang maknyus 

‎Setelah itu, tibalah buat kami “undur diri”. Satu per satu berpamitan dari Solo, rombongan oma Yusri diantar ke stasiun Purwosari, ada yg pulang ke Semarang, ke Bangka, ke Aceh, dan tempat-tempat lain. ‎Maturnuwun semua panitia, untuk seluruh peserta yang hadir.

Semoga kita bisa merencanakan Gathering 4 dengan lebih meriah lagi. Yuks, nabung ????

***

 

cerita lansia,cerita dari lansia,gathering

ARTIKEL LAINNYA

Klub Serie A Como 1907 Beri “Bonus” Tiket Liga Champions untuk Fans Lansia

10 Bahasa Tertua di Dunia

Menjaga Lansia Saat Ada Abu Vulkanik: Rumah, Aktivitas, dan Makanan

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026