
GERIATRI.CO.ID - Sebuah gestur hangat dan penuh apresiasi ditunjukkan oleh klub Serie A, Como 1907. Menjelang laga debut bersejarah mereka di Liga Champions melawan RB Leipzig, jajaran manajemen klub memutuskan untuk membagikan lebih dari 40 tiket khusus bagi para suporter senior mereka yang berusia 70 tahun ke atas.
Laga yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan. Pasalnya, ini adalah kali pertama Como bertanding di panggung sepak bola tertinggi Eropa dalam 119 tahun sejarah berdirinya klub, setelah sukses finis di posisi empat besar Serie A musim 2025-2026.
Direksi klub, termasuk Mirwan Suwarso, secara sukarela melepaskan jatah tiket pribadi mereka demi para penggemar veteran ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada mereka yang telah setia mengawal perjalanan Como melintasi berbagai era dan divisi.
"Kami ingin kursi-kursi tersebut dialokasikan bagi para fan yang telah menanti paling lama—yaitu penggemar kelahiran tahun 1950 atau sebelumnya, yang telah setia mengikuti perjalanan Como melewati berbagai divisi dan era. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyerahkan kursi kami kepada mereka," tegas pihak manajemen.
Di antara penerima tiket Istimewa tersebut adalah Mario Pozzetti, lansia berusia 90 tahun yang tinggal di pinggiran kota dan akan dijemput khusus oleh pihak klub. Cerita inspiratif lain datang dari Bruno Mandaglio (78 tahun), yang hingga kini masih aktif dan terbiasa mengayuh sepeda menuju Stadion Sinigaglia untuk mendukung tim kesayangannya.
Rahasia Panjang Umur Masyarakat Como
Aksi Bruno Mandaglio yang tetap bugar mengayuh sepeda di usia 78 tahun sejatinya mencerminkan gaya hidup mayoritas masyarakat Italia Utara. Como, sebuah kota mandiri di wilayah Lombardia, memang dikenal memiliki populasi lansia yang aktif secara fisik.
Berdasarkan data Istituto Nazionale di Statistica (BPS Italia), Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir di Como mencapai 84,4 tahun. Angka ini tergolong sangat tinggi dan menjadi bukti nyata bagaimana kualitas hidup lansia di sana terjaga dengan baik.
Menurut penjelaskan Harvard Health, kebiasaan aktif bergerak yang dipadukan dengan pemenuhan nutrisi seimbang, manajemen stres yang baik, serta kualitas tidur yang cukup merupakan fondasi utama dalam memperpanjang usia harapan hidup.
Langkah yang diambil Como 1907 tak hanya memberikan kebahagiaan emosional bagi para suporter veteran, tetapi juga menjadi contoh indah bagaimana dukungan sosial dan apresiasi lingkungan sekitar dapat meningkatkan kesejahteraan mental serta kualitas hidup para lansia. (a2s)
***
(Foto: Instagram.com/msuwarso )
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri