
GERIATRI.CO.ID - Sandal untuk lansia –atau “sendal” bagi yang terbiasa menggunakannya– bukan sekadar soal nyaman atau model yang bagus. Yang lebih penting adalah aman saat dipakai berjalan, karena sandal yang licin, longgar, atau mudah lepas justru dapat meningkatkan risiko terpeleset dan jatuh.
Yuk, perhatikan beberapa hal ini ya, agar mendapatkan yang aman dan nyaman:
Pertama, pilih sandal dengan sol yang antiselip. Perhatikan bagian bawah sandal. Pilih yang memiliki pola atau tekstur cukup kuat sehingga tidak mudah kehilangan pijakan, terutama saat berjalan di lantai yang licin atau basah.
Kedua, jangan pilih sandal yang kebesaran. Sandal yang terlalu longgar membuat kaki mudah bergeser dan sandal bisa terlepas ketika melangkah. Sebaliknya, sandal yang terlalu sempit juga dapat membuat kaki tidak nyaman.
Ketiga, pilih sandal yang menahan kaki dengan baik. Model dengan tali atau pengikat yang dapat disesuaikan biasanya lebih aman dibanding sandal yang mudah terlepas dari kaki.
Keempat, hindari sandal dengan hak atau sol yang terlalu tinggi. Untuk lansia, sandal dengan alas yang relatif rendah dan stabil lebih baik karena membantu menjaga keseimbangan.
Kelima, pilih sandal yang ringan tetapi tetap kokoh. Sandal yang terlalu berat dapat membuat langkah menjadi kurang leluasa, sementara sandal yang terlalu tipis dan tidak stabil juga kurang ideal.
Keenam, perhatikan kondisi sandal. Sol yang sudah aus, permukaannya licin, retak, atau bagian pengikatnya mulai rusak sebaiknya segera diganti. Jangan menunggu sampai sandal benar-benar putus.
***
Foto: Ilustrasi (pexels.com)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri