
GERIATRI.CO.ID – Menjadi tua adalah kepastian, namun menjadi tua yang tetap aktif dan mandiri adalah sebuah pilihan sekaligus perjuangan. Seiring bertambahnya usia, tubuh kerap memberikan "sinyal" berupa rasa kaku pada sendi, nyeri otot, hingga menurunnya keseimbangan. Tak jarang, kondisi ini membuat sebagian lansia enggan banyak bergerak.
Padahal, diam justru bisa mempercepat penurunan fungsi tubuh. Di sinilah peran penting terapi fisik atau fisioterapi. Menyambut "Hari Terapi Fisik Sedunia" yang diperingati setiap tanggal 8 September, penting bagi kita untuk kembali memahami betapa krusialnya menjaga kebugaran fisik di usia senja.
Mengapa terapi fisik sangat penting bagi lansia?
Terapi fisik bukan hanya ditujukan bagi mereka yang sedang pulih dari cedera berat atau stroke. Bagi kelompok usia lanjut (lansia), fisioterapi memiliki peran preventif (pencegahan) dan rehabilitatif untuk mempertahankan kualitas hidup.
Berikut beberapa manfaat utama terapi fisik bagi lansia:
Mencegah Risiko Jatuh
Jatuh adalah salah satu ancaman terbesar bagi keselamatan lansia yang dapat memicu fraktur (patah tulang) hingga penurunan daya ingat karena trauma. Terapi fisik membantu melatih keseimbangan, koordinasi, dan memperkuat otot-otot penyangga tubuh.
Meringankan Nyeri Sendi dan Otot
Masalah seperti osteoarthritis (pengeroposan tulang rawan sendi) kerap mengintai lansia. Melalui teknik latihan yang tepat dan terapi manual, fisioterapis dapat membantu mengurangi rasa nyeri tanpa harus selalu bergantung pada obat-obatan penawar rasa sakit.
Mempertahankan Kemandirian
Bisa mandi sendiri, berjalan ke kamar mandi, atau sekadar menyeduh teh di pagi hari adalah bentuk kemandirian yang sangat berharga bagi lansia. Fisioterapi fokus pada gerakan-gerakan fungsional harian agar Oma dan Opa tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain.
Pemulihan Pasca-Stroke atau Operasi
Bagi lansia yang memiliki riwayat stroke atau baru menjalani operasi penggantian sendi, terapi fisik teratur adalah kunci utama untuk mengembalikan fungsi gerak tubuh secara bertahap.
Tips Aman Memulai Aktivitas Fisik untuk Lansia
Peringatan "Hari Terapi Fisik Sedunia" menjadi momentum yang tepat bagi keluarga untuk lebih peduli pada aktivitas fisik orang tua di rumah. Namun, ingat bahwa kondisi fisik setiap lansia berbeda.
Sebelum memulai, simak beberapa tips aman berikut:
Konsultasi Terlebih Dahulu: Selalu konsultasikan dengan dokter spesialis geriatri atau fisioterapis sebelum memulai program latihan baru, terutama jika memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau osteoporosis.
Mulai dari yang Ringan: Jalan kaki santai di pagi hari, senam lansia, atau gerakan peregangan sederhana di atas kursi sudah sangat bermanfaat jika dilakukan secara konsisten.
Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Pastikan lansia menggunakan sepatu atau sandal yang tidak licin dan menopang kaki dengan baik untuk menghindari terpeleset.
Dengarkan Sinyal Tubuh: Jangan memaksakan diri. Jika terasa pusing, sesak napas, atau nyeri yang tajam, segera hentikan aktivitas dan beristirahat.
Mari ajak Opa, Oma, dan keluarga Indonesia untuk terus bergerak aktif sesuai kemampuannya. (a2s)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri