
GERIATRI.CO.ID — Bila hujan abu vulkanik selesai, maka pekerjaan rumah justru dimulai. Lantai berubah kelabu, jendela buram, teras penuh debu, kendaraan tertutup abu, bahkan celah-celah rumah ikut kemasukan.
Bagi keluarga yang memiliki opa dan oma, jangan buru-buru menjadikan mereka “tim bersih-bersih”. Abu vulkanik sangat halus dan dapat kembali beterbangan ketika dibersihkan. Selain berisiko mengganggu pernapasan, aktivitas membersihkan rumah juga bisa membuat lansia kelelahan atau jatuh.
Jadi, bagaimana cara membereskannya?
1. Pastikan kondisi sudah aman
Jangan langsung keluar rumah hanya karena abu sudah berhenti turun. Perhatikan informasi resmi mengenai kondisi gunung dan kualitas udara di sekitar tempat tinggal.
Kalau masih banyak abu beterbangan, tunda pekerjaan yang tidak mendesak.
2. Lindungi diri sebelum bersih-bersih
Gunakan masker yang sesuai, sarung tangan dan, bila diperlukan, pelindung mata. Gunakan pakaian yang mudah dicuci setelah selesai bekerja.
Untuk opa dan oma, sebaiknya cukup berada di ruangan yang relatif bersih dan tidak berdebu.
3. Jangan langsung menyapu abu kering
Ini salah satu aturan penting. Abu yang disapu dalam keadaan kering, bisa beterbangan dan masuk ke udara. Karena itu, bersihkan secara perlahan dan gunakan metode yang mengurangi penyebaran debu.
Untuk lantai atau permukaan yang sesuai, kain atau pel lembap dapat membantu menangkap abu tanpa membuatnya beterbangan.
4. Bersihkan bagian dalam rumah terlebih dahulu
Mulailah dari ruangan yang paling sering digunakan.
Lap meja, kursi, rak, gagang pintu dan permukaan lainnya menggunakan kain lembap. Setelah itu, bersihkan lantai.
Jangan lupa bagian yang sering disentuh tangan. Rumah mungkin terlihat bersih, tetapi abu bisa masih menempel di permukaan benda.
5. Jangan lupakan jendela dan kusennya
Jendela sering menjadi “korban” pertama hujan abu. Jangan langsung menggosok kaca yang penuh abu dalam keadaan kering. Bersihkan endapan secara perlahan, kemudian gunakan air dan kain lembut.
Kusen, rel jendela dan sudut-sudutnya juga perlu dibersihkan karena abu senang “bersembunyi” di sana.
6. Cuci tirai, keset dan benda yang terkena abu
Jangan mengibaskan tirai, karpet atau keset di dalam rumah. Abu yang menempel dapat kembali memenuhi udara.
Benda yang bisa dicuci, cucilah. Barang yang sulit dibersihkan dapat ditangani secara perlahan dengan cara yang tidak membuat abu beterbangan.
7. Periksa dapur dan makanan
Dapur wajib mendapat perhatian khusus. Bersihkan meja, rak dan peralatan makan yang terkena abu. Makanan atau minuman yang dibiarkan terbuka dan terkena abu sebaiknya tidak dikonsumsi.
Setelah semuanya bersih, barulah peralatan makan digunakan kembali.
8. Bersihkan teras dan halaman secara bertahap
Kerjakan sedikit demi sedikit. Hindari menyemprot atau menyapu dengan cara yang justru membuat abu beterbangan ke rumah atau lingkungan sekitar.
9. Atap dan talang juga
Membersihkan atap setelah hujan abu bukan pekerjaan sepele. Permukaan dapat licin dan risiko jatuh meningkat. Abu yang bercampur air juga bisa menjadi berat. Tetap berhati-hati.
Untuk pekerjaan di tempat tinggi, gunakan bantuan orang yang memiliki kemampuan dan peralatan yang tepat.
10. Jangan lupa istirahat
Membersihkan rumah pascabencana bisa menjadi pekerjaan panjang. Kerjakan bertahap. Minum cukup, istirahat dan jangan memaksakan diri.
Untuk lansia, pekerjaan cukup disesuaikan dengan kemampuan. Kalau ingin membantu, berikan tugas ringan yang bisa dilakukan sambil duduk.
Sebelum menyatakan rumah benar-benar bersih, coba cek satu per satu:
Foto: Keluarga sedang bahu-membahu membersihkan rumah pasca hujan abu vulkanik. (AI)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri