10 Langkah Membersihkan Rumah Setelah Hujan Abu Vulkanik


Untuk lantai atau permukaan yang sesuai, kain atau pel lembap dapat membantu menangkap abu tanpa membuatnya beterbangan.

2026-09-07T11:38

GERIATRI.CO.ID — Bila hujan abu vulkanik selesai, maka pekerjaan rumah justru dimulai. Lantai berubah kelabu, jendela buram, teras penuh debu, kendaraan tertutup abu, bahkan celah-celah rumah ikut kemasukan.

Bagi keluarga yang memiliki opa dan oma, jangan buru-buru menjadikan mereka “tim bersih-bersih”. Abu vulkanik sangat halus dan dapat kembali beterbangan ketika dibersihkan. Selain berisiko mengganggu pernapasan, aktivitas membersihkan rumah juga bisa membuat lansia kelelahan atau jatuh.

Jadi, bagaimana cara membereskannya?

1. Pastikan kondisi sudah aman

Jangan langsung keluar rumah hanya karena abu sudah berhenti turun. Perhatikan informasi resmi mengenai kondisi gunung dan kualitas udara di sekitar tempat tinggal.

Kalau masih banyak abu beterbangan, tunda pekerjaan yang tidak mendesak.

2. Lindungi diri sebelum bersih-bersih

Gunakan masker yang sesuai, sarung tangan dan, bila diperlukan, pelindung mata. Gunakan pakaian yang mudah dicuci setelah selesai bekerja.

Untuk opa dan oma, sebaiknya cukup berada di ruangan yang relatif bersih dan tidak berdebu.

3. Jangan langsung menyapu abu kering

Ini salah satu aturan penting. Abu yang disapu dalam keadaan kering, bisa beterbangan dan masuk ke udara. Karena itu, bersihkan secara perlahan dan gunakan metode yang mengurangi penyebaran debu.

Untuk lantai atau permukaan yang sesuai, kain atau pel lembap dapat membantu menangkap abu tanpa membuatnya beterbangan.

4. Bersihkan bagian dalam rumah terlebih dahulu

Mulailah dari ruangan yang paling sering digunakan.

Lap meja, kursi, rak, gagang pintu dan permukaan lainnya menggunakan kain lembap. Setelah itu, bersihkan lantai.

Jangan lupa bagian yang sering disentuh tangan. Rumah mungkin terlihat bersih, tetapi abu bisa masih menempel di permukaan benda.

5. Jangan lupakan jendela dan kusennya

Jendela sering menjadi “korban” pertama hujan abu. Jangan langsung menggosok kaca yang penuh abu dalam keadaan kering. Bersihkan endapan secara perlahan, kemudian gunakan air dan kain lembut.

Kusen, rel jendela dan sudut-sudutnya juga perlu dibersihkan karena abu senang “bersembunyi” di sana.

6. Cuci tirai, keset dan benda yang terkena abu

Jangan mengibaskan tirai, karpet atau keset di dalam rumah. Abu yang menempel dapat kembali memenuhi udara.

Benda yang bisa dicuci, cucilah. Barang yang sulit dibersihkan dapat ditangani secara perlahan dengan cara yang tidak membuat abu beterbangan.

7. Periksa dapur dan makanan

Dapur wajib mendapat perhatian khusus. Bersihkan meja, rak dan peralatan makan yang terkena abu. Makanan atau minuman yang dibiarkan terbuka dan terkena abu sebaiknya tidak dikonsumsi.

Setelah semuanya bersih, barulah peralatan makan digunakan kembali.

8. Bersihkan teras dan halaman secara bertahap

Kerjakan sedikit demi sedikit. Hindari menyemprot atau menyapu dengan cara yang justru membuat abu beterbangan ke rumah atau lingkungan sekitar.

9. Atap dan talang juga

Membersihkan atap setelah hujan abu bukan pekerjaan sepele. Permukaan dapat licin dan risiko jatuh meningkat. Abu yang bercampur air juga bisa menjadi berat. Tetap berhati-hati.

Untuk pekerjaan di tempat tinggi, gunakan bantuan orang yang memiliki kemampuan dan peralatan yang tepat.

10. Jangan lupa istirahat

Membersihkan rumah pascabencana bisa menjadi pekerjaan panjang. Kerjakan bertahap. Minum cukup, istirahat dan jangan memaksakan diri.

Untuk lansia, pekerjaan cukup disesuaikan dengan kemampuan. Kalau ingin membantu, berikan tugas ringan yang bisa dilakukan sambil duduk.

Sebelum menyatakan rumah benar-benar bersih, coba cek satu per satu:

  • Abu di lantai sudah dibersihkan
  • Meja dan permukaan benda sudah dilap
  • Jendela dan kusen sudah dibersihkan
  • Rel jendela tidak lagi penuh abu
  • Tirai dan keset sudah ditangani
  • Dapur dan peralatan makan sudah dibersihkan
  • Makanan yang terkena abu sudah diperiksa
  • Teras dan halaman sudah dibersihkan bertahap
  • Talang dan atap diperiksa oleh orang yang aman untuk mengerjakannya
  • Opa-oma tidak dipaksa melakukan pekerjaan berat


Foto: Keluarga sedang bahu-membahu membersihkan rumah pasca hujan abu vulkanik. (AI)

abu vulkanik,erupsi anak krakatau,pasca abu vulkanik,bersih-bersih rumah

ARTIKEL LAINNYA

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Lansia Perlu Waspada terhadap Abu Vulkanik

Mengenal Terapi Alternatif pada Lansia

Masihkah Menyimpan Radio Jadulmu, Opa Oma?

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026