Inspirasi dari Subang: Rangkul Lansia Hidup Sehat Lewat WA dan Jogging Bareng


Ia memanfaatkan grup WhatsApp warga untuk membagikan informasi seputar nutrisi, pilihan makanan sehat, dan pentingnya aktivitas fisik.

2026-09-03T12:24

GERIATRI.CO.ID - Mengajak kelompok lanjut usia (lansia) untuk aktif bergerak dan konsisten menjalankan gaya hidup sehat butuh pendekatan yang sabar serta telaten. Langkah inilah yang dilakukan oleh Hari Heriawan (50 thn), seorang warga Subang yang berprofesi sebagai konsultan sekaligus FITFluencer.

Hampir dua tahun terakhir, Hari tak lelah memotivasi warga di lingkungan tempat tinggalnya—yang didominasi usia senja—untuk mulai berolahraga dan memperbaiki pola makan. Dari habis setiap salat subuh bareng di masjid di lingkungan sampai hari minggu pagi, semua mulai terbiasa.

Berawal dari Pesan di Grup WhatsApp

Upaya Hari tidak langsung dimulai dengan latihan fisik berat, melainkan lewat edukasi perlahan. Ia memanfaatkan grup WhatsApp warga untuk membagikan informasi seputar nutrisi, pilihan makanan sehat, dan pentingnya aktivitas fisik.

“Asal mulanya sering share informasi tentang kesehatan dan makanan yang baik untuk tubuh di grup WA warga. Kemudian saya sendiri sering olahraga jogging atau jalan santai di sekitar rumah. Lama-lama mulai ada yang ikutan,” cerita Hari kepada redaksi Geriatri-ID.

Tak hanya soal olahraga, Hari juga gencar mengampanyekan pentingnya mengonsumsi real food, mengolah makanan dengan cara dikukus, serta membatasi ultra-processed food (UPF).

Edukasi tersebut membuahkan hasil. Warga mulai terbiasa membagikan foto sarapan sehat mereka di grup, seperti menu rebusan dan telur. Kesadaran warga semakin menguat, terlebih setelah beberapa tetangga sempat jatuh sakit akibat pola hidup yang kurang baik di masa lalu.

Rutinitas Jogging dan Senam Penguatan Otot

Pendekatan konsisten ini kini berbuah manis dan telah berjalan efektif selama sekitar empat bulan. Setiap pagi, para lansia di kompleknya sudah terbiasa berolahraga jogging atau jalan sehat secara mandiri.

Khusus di hari Ahad pagi saat libur kerja, Hari mendampingi langsung kegiatan warga. Setelah selesai jogging, sesi dilanjutkan dengan Senam Penguatan Otot yang disesuaikan dengan kapasitas tubuh lansia.

 

“Setelah rutin jogging, alhamdulillah banyak warga yang merasakan kakinya sudah tidak sesakit dulu dan aktivitas harian jadi terasa lebih ringan,” jelas Hari.

Pesan untuk Lansia: Jangan Takut Bergerak

Pengalaman mendampingi warga di lingkungannya membuat Hari makin yakin bahwa usia bukan halangan untuk tetap aktif. Ia menekankan pentingnya menjaga mobilitas fisik demi mempertahankan kemandirian di usia lanjut.

“Untuk para lansia, jangan takut untuk lebih banyak bergerak. Jangan terlalu banyak diam, karena dengan banyak gerak akan sangat membantu melancarkan aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, jika terlalu banyak diam, justru akan mempersulit diri sendiri saat beraktivitas,” pungkasnya. (a2s)

olahraga lansia,jalan kaki,jalan kaki lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

36,6 Persen Jemaah Haji Indonesia adalah Lansia, Layanan Kesehatan Jadi Sorotan

Lansia Sering Terlambat Makan? Jangan Dianggap Sepele

Kabut Asap Karhutla: Dampak Kesehatan Secara Umum dan Risiko Khusus bagi Lansia

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026